Banyak warga Filipina yang tidak terima dengan kemenangan Ferdinand Marcos Jr. Foto: AFP
Banyak warga Filipina yang tidak terima dengan kemenangan Ferdinand Marcos Jr. Foto: AFP

Aktivis Turun ke Jalan Menentang Hasil Pemilu Filipina

Internasional politik filipina filipina Pemilu Filipina Ferdinand Marcos Jr Leni Robredo
Fajar Nugraha • 10 Mei 2022 11:59
Manila: Aktivis dan kelompok pemuda menyerukan protes di jalan-jalan saat Ferdinand ‘Bongbong’ Marcos Jr. memimpin pemilihan presiden Filipina dengan selisih lebar berdasarkan hasil sementara dan tidak resmi. Marcos meninggalkan jauh raihan suara dari pesaingnya, Leni Robredo.
 
Pada 12:32, 10 Mei 2022 waktu setempat, Marcos Jr memperoleh 27.391.261 suara berdasarkan 85,55 persen suara yang terkumpul keseluruhan. Wakil Presiden Leni Robredo, saingan terdekatnya dan wajah oposisi, berada di tempat kedua, memperoleh 13.076.367 suara.
 
Baca: Setelah 36 Tahun Turunkan Marcos, Filipina Pilih Anaknya sebagai Presiden.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kantor Mahasiswa  University of the Philippines mengumumkan "tidak akan ada kelas di bawah kepresidenan Marcos."
 
“Mahasiswa bergerak, Keluar!” pihak kemahasiswaan berkata di Twitter, seperti dikutip ABS-CBN, Selasa.
 
Dewan Mahasiswa UP Diliman University juga mentweet, "Mari kita bertemu di jalan!, yang dijawab oleh Dewan Mahasiswa University of Santo Tomas Central: kami akan bergabung dengan Anda”.
 
Publikasi kampus resmi UST, Varsitarian, kemudian melaporkan bahwa Dewan Mahasiswa Pusat "mendorong komunitas Thomasian untuk bergabung dalam protes pemilihan di depan kantor Komisi Pemilihan Umum di Manila.
 
Sekretaris Jenderal Bayan Renato Reyes, Jr juga menyerukan protes di tempat yang sama pada Selasa.
 
Pada Senin, ada banyak laporan tentang mesin penghitung suara yang rusak, kecurangan di beberapa provinsi, dan pemilih yang diminta untuk meninggalkan surat suara mereka di kantor polisi.
 
Prospek Marcos Jr. pindah kembali ke Malacañang telah membuat khawatir para aktivis hak asasi, pemimpin gereja dan analis politik yang khawatir dia akan memerintah "tanpa batasan."
 
Reyes menyesalkan "sistem korup negara yang penuh kebohongan dan diperintah oleh pengusaha, tuan tanah, dan panglima perang."
 
Dia menuduh ada kecurangan dalam pemungutan suara Senin, menunjuk penyebaran disinformasi besar-besaran dan penandaan merah oleh Marcos Jr. dan keluarga calon wakil presiden, Wali Kota Davao City Sara Duterte-Carpio, yang ayahnya adalah Presiden Rodrigo Duterte.
 
Kandidat presiden dan keluarganya dikejar ke pengasingan AS setelah ayahnya, mendiang diktator Ferdinand Marcos Sr., digulingkan setelah selama beberapa dekade kekuasaannya diwarnai dengan pelanggaran hak asasi manusia, pembunuhan, dan korupsi.
 
Hampir 40 tahun setelah Manila mulai berburu miliaran dolar yang dijarah selama rezim Marcos, sebagian besar harta rampasan masih hilang dan tidak ada seorang pun di keluarga yang dipenjara.
 
Ada kekhawatiran bahwa sisanya tidak akan pernah ditemukan jika Marcos Jr. memenangkan kursi kepresidenan, yang akan menempatkan dia bertanggung jawab atas badan pemerintah yang memimpin pencarian global.
 
Marcos Sr., jandanya Imelda, dan kroni-kroninya diperkirakan telah mencuri sebanyak USD10 miliar dari kas negara selama 20 tahun pemerintahannya.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif