Para pemimpin G20 dan undangan saat mengikuti social luncheon di Bali, Selasa 15 Novembe 2020. Foto: BPMI Setpres
Para pemimpin G20 dan undangan saat mengikuti social luncheon di Bali, Selasa 15 Novembe 2020. Foto: BPMI Setpres

Rancangan Komunike G20 Sebut Kecaman Atas Perang di Ukraina

Fajar Nugraha • 15 November 2022 13:17
Bali: Para pemimpin di KTT G20, termasuk Rusia, dikabarkan akan mengeluarkan komunike yang menyesalkan dampak ekonomi akibat konflik di Ukraina. Sebagian besar anggota juga mengecam perang yang terjadi.
 
Rancangan komunike, yang dilihat oleh AFP selama pertemuan puncak di Bali, Indonesia, juga akan menyerukan perpanjangan kesepakatan dengan Rusia mengenai ekspor gandum Ukraina. Kesepakatan ini diketahui akan berakhir pada Sabtu 19 November 2022.
 
"Tahun ini, kami juga menyaksikan perang di Ukraina berdampak lebih buruk terhadap ekonomi global," bunyi rancangan itu, seperti dikutip dari AFP, Selasa 15 November 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Negara-negara menegaskan kembali posisi nasional kami dan sebagian besar anggota mengutuk keras perang di Ukraina,” tambahnya.
 
"Ini menyebabkan penderitaan manusia yang luar biasa dan memperburuk kerentanan yang ada dalam ekonomi global,” imbuh rancangan komunike itu.
 
Rancangan tersebut mencatat ada "pandangan lain" dan bahwa "G20 bukanlah forum untuk menyelesaikan masalah keamanan", tetapi para anggota mengakui bahwa masalah keamanan dapat "memiliki konsekuensi signifikan bagi ekonomi global".
 
Invasi Rusia delapan bulan ke Ukraina telah menyebabkan lonjakan bencana harga pangan dan energi global, membuat jutaan orang lebih miskin dan meningkatkan momok kelaparan bagi sebagian orang.
 
Ukraina adalah salah satu produsen biji-bijian utama dunia, dan invasi Rusia telah memblokir 20 juta ton biji-bijian di pelabuhan-pelabuhannya sampai PBB dan Turki menengahi kesepakatan Juli yang memberikan jalur pengiriman yang aman.
 
Kesepakatan itu berakhir pada Sabtu, dan draf komunike mendesak "implementasi penuh, tepat waktu, dan berkelanjutan".
 
Dokumen, yang masih harus disetujui oleh para pemimpin G20 sebelum secara resmi dikeluarkan pada penutupan KTT pada Rabu, memperingatkan "era saat ini tidak boleh perang."
 
Rancangan itu menyebut penggunaan atau ancaman untuk menggunakan senjata nuklir "tidak dapat diterima”. Ini setelah retorika gelap dari Presiden Rusia Vladimir Putin tentang kemungkinan penggunaan nuklir di Ukraina.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Medcom.id.

 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif