Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin. (Medcom.id)
Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin. (Medcom.id)

Dubes Ukraina: Rusia Tidak Berhak Jadi Anggota Tetap DK PBB

Marcheilla Ariesta • 13 April 2022 16:13
Jakarta: Rusia tidak memiliki hak untuk bergabung dengan anggota tetap Dewan Keamanan (DK) PBB, ucap Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin. Menurutnya, Rusia berada di dalam keanggotaan DK PBB secara ilegal.
 
"Rusia sebenarnya tidak memiliki hak hukum untuk menjadi anggota Dewan Keamanan. Mereka tidak pernah bergabung dengan Dewan Keamanan, tidak pernah diterima dengan cara hukum yang normal," tuturnya dalam wawancara khusus dengan Medcom.id.
 
Ia mengatakan, sebenarnya Uni Soviet yang masuk dalam lima anggota tetap DK PBB. Namun, entah bagaimana setelah Soviet bubar, malah Rusia yang menggantikannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mereka memang memiliki wilayah terbesar, tapi tidak ada dokumen (terkait keanggotaan Rusia di DK PBB). Tidak ada pemungutan suara," serunya.
 
"Jadi ilegal bagi Rusia untuk menjadi anggota tetap Dewan Keamanan," tegas Hamianin.
 
Saat ini, katanya, Ukraina sedang mempertimbangkan menggugat keanggotaan Rusia di sana. Ia menambahkan, negaranya telah menunjuk pengacara terkait hal tersebut.
 
Menurut Hamianin, DK PBB perlu direformasi kembali. Terlebih, karena Rusia merupakan salah satu anggota tetap yang memiliki hak veto yang selama ini kerap disalahgunakan.
 
Ia mencontohkan, pertempuran yang terus terjadi di Donbass membuat negaranya meminta pasukan penjaga perdamaian ke wilayah itu. Namun, hal tersebut selalu diveto oleh Rusia.
 
"Sebanyak 11 kali kami memintanya, 11 kali itu juga proposal kami ditolak. Itu 11 kali dalam delapan tahun," sambung dia.
 
Meski Rusia masih berada di DK PBB, Hamianin mengapresiasi langkah penangguhan Moskow dari keanggotaan Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB. Ia juga mendesak agar lebih banyak sanksi diberikan kepada Rusia terkait dengan dugaan genosida di Bucha, Ukraina.
 
"Apa yang mereka lakukan adalah kejahatan perang terhadap kemanusiaan. Jadi dengan keluarnya mereka (Rusia), komunitas internasional sudah melakukan hal yang benar," pungkas Hamianin.
 
Baca:  PBB Tangguhkan Keanggotaan Rusia di Dewan HAM, Indonesia Pilih Abstain
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif