Pemandangan salah satu daerah di Bali. (Antara/ Nyoman Budhiana)
Pemandangan salah satu daerah di Bali. (Antara/ Nyoman Budhiana)

Kemenlu Bantu Pulihkan Ekonomi Pariwisata Bali Lewat BDF

Internasional Virus Korona kemenlu bdf Wisata Bali pandemi covid-19
Marcheilla Ariesta • 07 November 2020 10:52
Bali: Pandemi virus korona (covid-19) membuat ekonomi di seluruh dunia melesu, termasuk Indonesia yang sudah terkena resesi. Pemerintah memutar otak agar roda perekonomian terus berputar di tengah pandemi ini, termasuk melalui pariwisata dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
 
Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar mengatakan, saat ini Pemerintah RI sedang berusaha membuka kembali pariwisata Bali ke seluruh turis global. Bali merupakan salah satu destinasi utama wisatawan mancanegara di Indonesia.
 
Berbagai kebijakan dan rencana tengah disiapkan untuk mewujudkan Safe Travel and Tourism.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami melakukan koordinasi penyempurnaan yang terkait dengan aspek kesehatan, pemeriksaan, tes, maupun kapasitas dalam menangani hal-hal yang terkait kemungkinan para pengunjung melakukan pengobatan ataupun pemeriksaan yang tentu lebih baik lagi," kata Mahendra dalam kegiatan Bali Democracy Forum (BDF) Pilar Ekonomi di Seminyak, Bali, Jumat, 6 November 2020.
 
Mahendra menambahkan, pemerintah juga sedang mencoba menggunakan teknologi terbaru untuk memantau pergerakan wisatawan Bali.
 
"Dari segi proses pemantaua, pergerakan wisatawan, baik menggunakan pendekatan teknologi yang bisa dilakukan secara real-time atau pemeriksaan temperatur maupun berbagai langkah yang paling terbaru," katanya.
 
Baca:  Luhut: Wisman Anjlok Hampir 100%, Bali Merugi Rp9 Triliun
 
Ia mengajak untuk mengingat peran penting dari Bali terhadap ekonomi nasional. Menurut dia, keberadaan Bali dan kontribusi Bali yang penting dalam politik luar negeri maupun hubungan internasional, tidak bisa dipisahkan.
 
Bahkan nama Bali digunakan sebagai nama perjanjian-perjanjian internasional baik di kawasan ASEAN hingga konteks global lainnya.
 
"Jadi dalam peristiwa dan kebijakan internasional, Bali sudah berkontribusi begitu besar sehingga tidak bisa INdonesia secara nasional atau bahkan dunia tidak mendukung Bali dalam proses pemulihan ekonomi. Sudah banyak yang dikontribusikan dan diberikan oleh Bali kepada kita semua," ungkapnya menjelaskan alasan Bali yang dipilih untuk pemulihan pariwisata dan ekonomi.
 
BDF tahun ini digelar secara virtual dan tatap muka. Isu ekonomi, terutama UMKM, menjadi fokus dari Mahendra.  
 
Acara digelar secara hybrid, yakni ada tatap muka dan virtual. Mahendra yakin Bali memiliki kekuatan untuk bangkit dari pandemi, sama seperti saat Pulau Dewata bisa bangkit dari bom yang terjadi 18 tahun lalu. 
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif