Pengungsi Rohingya di Aceh. Foto: AFP.
Pengungsi Rohingya di Aceh. Foto: AFP.

Pemerintah Indonesia Hanya Berfokus untuk Menyelamatkan Pengungsi

Internasional pengungsi rohingya
Marcheilla Ariesta • 07 Oktober 2020 21:29
Jakarta: Kedatangan pengungsi etnis Rohingya ke Indonesia menjadi sorotan banyak pihak. Pasalnya Indonesia bukan negara yang meratifikasi Konvensi Pengungsi, dan juga bukan negara tujuan.
 
Namun, atas rasa kemanusiaan, pada 2020 ini, Indonesia dua kali menerima para pengungsi etnis Rohingya yang kabur dari Myanmar. Para pengungsi datang pada akhir Juni dan September lalu.
 
Para pengungsi ini berada di Aceh dan dalam pengawasan Organisasi Pengungsi PBB (UNHCR) serta Organisasi Migran Internasional (IOM).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri, Febrian Ruddyard mengatakan bahwa Indonesia menerima para pengungsi ini atas dasar kemanusiaan.
 
"Kita menerima mereka atas dasar kemanusiaan di tengah pandemi virus korona (covid-19). Saat ini mereka berada di bawah penanganan UNHCR dan IOM," kata Febrian dalam webinar 'Bridging the gap in refugee response in Southeast Asia', Rabu, 7 Oktober 2020.
 
Ia menambahkan jika Indonesia juga sudah membahas mengenai para pengungsi ini dengan Myanmar. Indonesia menegaskan agar repatriasi pengungsi harus terjadi dengan sukarela, tanpa paksaan.
 
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Direktur Hak Asasi Manusia Kementerian Luar Negeri, Achsanul Habib menuturkan jika Indonesia hanya menampung para pengungsi sementara. Ia membenarkan jika situasi ini menjadi masalah bagi pemerintah daerah dan masyarakat.
 
"Pemerintah Indonesia berusaha memenuhi beberapa hak fundamental, seperti pendidikan, kesehatan dan bebas dari rasa takut," katanya.
 
Namun, imbuh dia, pengelolaan pengungsi harus di bawah mandat organisasi internasional terkait.
 
"Pemerintah Indonesia berfokus pada situasi darurat dan menyelamatkan pengungsi pada respons pertama selama kedatangan," tuturnya.
 
Untuk itu, mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kesejahteraan pengungsi, Indonesia tidak bertanggung jawab. Pasalnya Indonesia bukan negara tujuan dan asal, melainkan negara transit.
 
"Untuk kasus lain, sekali lagi, organisasi internasional bertanggung jawab," tegasnya.
 
Pada 24 Juni lalu, Indonesia menerima 99 pengungsi etnis Rohingya. Dan pada 7 September, RI kembali menerima 269 pengungsi Rohingya.
 
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dalam pernyataannya awal September lalu mengatakan bagi Indonesia, Myanmar merupakan rumah untuk para etnis Rohingya. Dan para pengungsi harus terus dilindungi.
 
Retno menambahkan, Indonesia juga menekankan pentingnya kerja sama untuk melawan kejahatan lintas batas, termasuk penyelundupan manusia.
 
"Karena diduga saudara kita ini juga merupakan korban kejahatan lintas batas," pungkasnya.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif