Penasihat Senior untuk Utusan Khusus Presiden AS Urusan Iklim, Robert Blake (kiri), saat berada di Jakarta, 16 Maret 2022. (Medcom.id/Marcheilla Ariesta)
Penasihat Senior untuk Utusan Khusus Presiden AS Urusan Iklim, Robert Blake (kiri), saat berada di Jakarta, 16 Maret 2022. (Medcom.id/Marcheilla Ariesta)

Indonesia-AS Terus Berkomitmen Kurangi Emisi Karbon Global

Marcheilla Ariesta • 16 Maret 2022 21:45
Jakarta: Penasihat Senior untuk Utusan Khusus Presiden Amerika Serikat (AS) Urusan Iklim, Robert Blake, menyebut realisasi hasil kesepakatan dalam pertemuan di KTT COP26 terus dilakukan. Blake menyebutkan, berbagai upaya dilakukan, di antaranya pembentukan kelompok koordinasi berbagai negara.
 
"Kami membentuk kelompok untuk berkoordinasi tentang bagaimana berbagai negara dapat bekerja sama untuk mengembangkan kerja sama itu. Dan sektor apa yang ingin diprioritaskan Indonesia sebagai bagian dari kerja sama tersebut," ujar Robert Blake di Jakarta, Rabu, 16 Maret 2022.
 
"Kedua, seperti yang saya sebutkan, Indonesia adalah salah satu penandatangan kebijakan di KTT COP26, terutama inisiatif Net Zero. Dan seperti yang saya katakan sebelumnya, itu akan menjadi bagian yang sangat penting," sambungnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Blake mengatakan, AS juga mempunyai grup seperti Laboratorium Energi Terbarukan Nasional. Menurutnya, grup tersebut bekerja di sini selama bertahun-tahun, dan memiliki keahlian mendalam di Indonesia.
 
"Ketiga yang ingin saya sebutkan adalah penggundulan hutan. Sekali lagi Indonesia membuat komitmen penting di kebijakan COP26 dan kami sudah bekerja sangat ekstensif melalui program di USAID kami," terangnya.
 
"Dan sekali lagi, di sini kami dapat memberi Anda lembar fakta tentang apa yang terlibat, tapi itu pada dasarnya untuk mendukung. Anda tahu hutan dan penggunaan lahan yang lebih hijau. Dan kami telah melakukan banyak pekerjaan di dalam kawasan hutan. Kami ingin berbuat lebih banyak, dan sekali lagi, kami menyambut baik hal ini," sambung Blake.
 
Sementara itu, dalam pertemuan KTT COP26 di Glasgow, Inggris tahun lalu, para pemimpin sepakat untuk mencegah perubahan iklim yang berbahaya. Indonesia sendiri menyampaikan komitmennya terhadap perubahan iklim.
 
Ini kali pertama Presiden Joko Widodo menyampaikan secara terbuka pada dunia mengenai komitmen Indonesia dalam mengatasi perubahan iklim.
 
Pakta Iklim Glasgow adalah kesepakatan iklim pertama yang secara eksplisit berencana untuk mengurangi batu bara, bahan bakar fosil terburuk untuk gas rumah kaca.
 
Kesepakatan itu juga menekan pengurangan emisi karbon yang lebih mendesak dan menjanjikan lebih banyak uang bagi negara-negara berkembang - untuk membantu mereka beradaptasi dengan dampak iklim. Tetapi janji itu tidak cukup jauh untuk membatasi kenaikan suhu hingga 1,5 derajat Celcius.
 
Komitmen untuk menghapus batubara yang termasuk dalam rancangan negosiasi sebelumnya menyebabkan penyelesaian dramatis setelah India memimpin oposisi terhadapnya.
 
Baca:  Rekomendasi Perubahan Iklim untuk Presidensi G20 Indonesia
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif