Melalui pendekatan "Tim Eropa" ini, Uni Eropa beserta negara-negara anggotanya dan lembaga-lembaga keuangan Eropa menggabungkan seluruh sumber daya.
Dana tersebut akan mendukung upaya di setiap negara untuk mengatasi krisis darurat kesehatan, memperkuat sistem kesehatan, air dan sanitasi, serta mengurangi dampak sosial-ekonomi dari pandemi covid-19.
"Kita semua menghadapi krisis kesehatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan konsekuensi parah di Uni Eropa dan ASEAN," kata Duta Besar Uni Eropa untuk ASEAN Igor Driesmans, dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Selasa 21 Juli 2020.
"Dengan semangat bekerja sama dan berdasarkan kemitraan antar kawasan yang telah berjalan selama empat dekade, kami telah memobilisasi paket 'Tim Eropa' senilai lebih dari EUR800 juta untuk membantu ASEAN dan negara-negara anggotanya dalam upaya mengurangi dampak ekonomi dan sosial dari pandemi virus korona," sambungnya.
Termasuk dalam paket ini adalah dukungan regional kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan juga untuk meningkatkan kolaborasi antara lembaga-lembaga sains. Di negara-negara anggota ASEAN, sasaran program adalah untuk mendukung masyarakat sipil, anggaran negara untuk pemulihan ekonomi, fasilitas perawatan kesehatan dan kapasitas pengujian, serta bantuan kemanusiaan.
Pada tingkat regional, Uni Eropa bekerja sama dengan ASEAN dalam bertukar pengalaman terkait penanganan pandemi covid-19.
Dalam pertemuan jajaran Menteri Luar Negeri Uni Eropa dan ASEAN -- diadakan kali pertama secara virtual pada 20 Maret 2020 -- disepakati bahwa kedua kawasan akan bekerja sama erat untuk mengatasi pandemi covid-19 beserta konsekuensinya.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
(WIL)











