Hubungan internasional di era pandemi covid-19 berubah menurut Menlu Retno Marsudi. Foto: Medcom.id
Hubungan internasional di era pandemi covid-19 berubah menurut Menlu Retno Marsudi. Foto: Medcom.id

New Normal Hubungan Internasional saat Pandemi Korona

Internasional kemenlu New Normal
Marcheilla Ariesta • 12 Juni 2020 15:36
Jakarta: Pandemi virus korona (covid-19) membuat tatanan dunia serta hubungan internasional terganggu. Hubungan internasional yang selama ini terbuka menjadi runtuh ketika covid-19 terjadi.
 
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjelaskan, negara-negara dunia menjadi tertutup dan mengamankan kepentingan nasional mereka. Ini mengakibatkan banyak kerja sama bilateral, sosial dan budaya di dunia terganggu.
 
"Ketika pra covid-19 ketidakpastian global terjadi, maka pada masa covid-19 dan pascacovid-19, hal tersebut akan semakin menjadi sebuah keniscayaan," tutur Retno dalam webinar membahas mengenai geopolitik yang diselenggarakan Bidang Media dan Penggalangan Opini Partai Golkar, Jumat 12 Juni 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menghadapi ini, Kementerian Luar Negeri telah memprediksi bentuk hubungan internasional yang akan terjadi dalam lima tahun mendatang. Prediksi ini disimpulkan Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK) Kemenlu.
 
"Pertama, menguatnya right wing politics. Sejumlah negara telah mempertanyakan manfaat integrasi kawasan, dan jelas ini akan menjadi ancaman terhadap multilateralisme dan regionalisme," tutur Retno.
 
Meski demikian, Indonesia tetap memegang prinsip multilateralisme penting dan harus diperkuat.
 
"Isolasi bukan cara terbaik yang harus ditempuh negara selama pandemi, tetapi harus memperdalam komunikasi dengan negara lain," tegasnya.
 
Prediksi kedua adalah meluaskan transaksional politik yang menyebabkan melemahnya komitmen bersama yang sudah disepakati seluruh negara dunia. Namun Retno menegaskan, Indonesia akan tetap menjaga kesepakatan bersama dunia tersebut.
 
Sementara prediksi lainnya adalah meluasnya self-help berbasis unilateralisme. Ini adalah kondisi di mana negara mengurangi ketergantungan terhadap negara lain untuk mengoptimalkan sumber daya yang mereka punya.
 
"Sudah hampir dipastikan negara-negara di dunia akan mengurangi ketergantungan pada satu atau dua negara," tutur dia.
 
Indonesia, jelasnya juga perlu melakukan hal serupa. Pasalnya, sudah memiliki semua sumber daya yang diperlukan di dalam negeri, yakni sumber daya alam, sumber daya manusia, dan pasar.
 
Ketidakstabilan global juga tidak bisa dihindari pascapandemi ini. Selain itu, meningkatnya kegiatan berbasis teknologi juga membuat keamanan komunikasi akan menjadi isu hangat yang terus disorot dunia.
 
"Manajemen keamanan komunikasi, tantangan keamanan siber, ini harus menjadi perhatian kita semua," pungkasnya.
 
Sudah setengah tahun covid-19 memporakporandakan dunia. Karenanya, setiap negara harus bisa mempersiapkan diri menghadapi pandemi ini.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif