Anwar Ibrahim mengaku sadar terbuai janji Mahathir Mohamad. Foto: AFP
Anwar Ibrahim mengaku sadar terbuai janji Mahathir Mohamad. Foto: AFP

Anwar Ibrahim Mengaku Terbuai Janji Mahathir Mohamad

Internasional anwar ibrahim politik malaysia
Marcheilla Ariesta • 27 Juli 2020 17:05
Petaling Jaya: Presiden Parti Keadilan Rakyat (PKR) Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim mengatakan dia sadar telah ditipu mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad. Dia mengatakan Mahathir hanya menjanjikan menyerahkan jabatan PM Malaysia kepada Anwar, tapi malah tidak ditepati.
 
Dalam wawancara eksklusif dengan surat kabar Sin Chew Daily, Anwar mengatakan, sejak awal ia percaya Mahathir akan memenuhi janji untuk menyerahkan tongkat kekuasaan kepadanya setelah dua tahun menjabat.
 
"Kami tidak tahu sebelumnya (ditipu), tapi kami tahu sekarang," kata Anwar dalam wawancara itu, seperti dikutip oleh Straits Times, Senin, 27 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, saat menjabat sebagai perdana menteri, Mahathir terus mengubah tanggal penyerahan jabatannya, sebelum akhirnya dia mengatakan akan mengosongkan pos setelah pertemuan Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) November ini.
 
Pada 24 Februari tahun ini, Mahathir mengundurkan diri sebagai perdana menteri tanpa memberitahu pemimpin-pemimpin partai koalisi Pakatan Harapan. Pengunduran diri Mahathir yang tiba-tiba menyebabkan keruntuhan pemerintah yang dipimpin Pakatan dan secara otomatis membatalkan janji suksesi.
 
Anwar mengatakan tahu banyak yang menentang dirinya menjadi perdana menteri.
 
"Banyak miliarder, termasuk orang Melayu kaya yang saya kenal. Saya juga tahu orang-orang yang korup (korupsi) itu menentang saya juga. Mereka bermain kartu rasial dengan mengatakan 'Anwar bukan orang Melayu, dan dia tidak melindungi orang-orang Melayu'," katanya.
 
"Saya telah mengambil sikap ini dengan tegas, terutama karena target kami adalah meningkatkan ekonomi," imbuhnya.
 
Dia mengatakan semua orang bisa sukses. Karenanya, jika dia memimpin, pemerintahannya akan mendukung semua yang berpotensi, termasuk para pengusaha Tiongkok.
 
"Saya peduli dengan kesejahteraan rakyat. Saya benci mereka yang mencuri dari orang miskin," tegas Anwar.
 
Anwar menambahkan, pengunduran diri Mahathir sebagai perdana menteri adalah penyebab utama runtuhnya pemerintahan Pakatan yang berusia 22 bulan itu. Menurutnya, jika Mahathir tidak mengundurkan diri, Pakatan akan tetap menjadi pemerintah saat ini.
 
Dengan demikian, sambungnya, semua masalah internal dapat diatasi. "Itu fakta bahwa ada pengkhianat di PKR dan Parti Pribumi Bersatu Malaysia," ungkapnya.
 
Menurutnya, para 'pengkhianat' itu sudah merencanakan hal tersebut sejak lama. Dia menambahkan Mahathir bertanggung jawab atas hasilnya.
 
Meski demikian, Anwar mengatakan tidak tahu apakah Mahathir bertanggung jawab untuk merencanakan keluarnya Partai Bersatu dari Pakatan. Pasalnya, Mahathir tadinya merupakan ketua Bersatu.
 
Anwar membantah pengunduran diri Mahathir adalah tekanan dari PKR. Dia mengatakan permintaan yang dibuat akar rumput PKR untuk Mahathir agar mengosongkan posisi itu bukanlah bentuk tekanan.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif