Baju perpaduan antara Batik Indonesia dan pakaian tradisional Ao Dai memukau para pengunjung Batik Week di Ho Chi Minh City, Vietnam,. (Kemenlu RI)
Baju perpaduan antara Batik Indonesia dan pakaian tradisional Ao Dai memukau para pengunjung Batik Week di Ho Chi Minh City, Vietnam,. (Kemenlu RI)

Perpaduan Batik dan Ao Dai Meriahkan Pembukaan 'Batik Week' di Vietnam

Willy Haryono • 04 April 2022 13:17
Ho Chi Minh City: Kegiatan "Batik Week" yang diselenggarakan Konsulat Jenderal RI di Ho Chi Minh City mendapatkan sambutan meriah dari pejabat tinggi Vietnam, diplomat negara asing, puluhan mahasiswa Vietnam serta puluhan tamu undangan lain. Kegiatan berlangsung di Ao Dai Exhibition di tengah Ho Chi Minh City (HCMC) atau Kota Paman Ho.
 
Batik Week dibuka Konjen RI, Agustaviano Sofjan, yang menyampaikan bahwa kerja sama budaya antara kedua bangsa tetap terjalin kuat bahkan di tengah pandemi. Kegiatan cara membuat batik disebutnya dapat membuat masyarakat Vietnam semakin mengenal tradisi batik di Indonesia. Perpaduan antara Batik dan Ao Dai (baca: oi yai) juga dapat menjadi simbol persahabatan kedua negara.
 
Ini merupakan awal dari rangkaian kegiatan untuk memperkenalkan batik lebih dalam kepada masyarakat Vietnam di Ho Chi Minh City dan sekitarnya. Batik sebagai warisan budaya dunia asal Indonesia (intangible cultural heritage) yang telah diakui UNESCO sejak 2009.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan keterangan di situs Kementerian Luar Negeri, Senin, 4 April 2022, acara Batik Week juga memperlihatkan perpaduan dua budaya, yaitu batik asal Indonesia dan Ao Dai yang merupakan baju tradisional asal Vietnam. Dalam acara ini juga dipertontonkan catwalk fashion-show Ao Dai dan Batik. 
 
Acara fashion show yang mempertunjukan koleksi batik Indonesia dan Ao Dai mengambil tema "A Crossroads Between Two Heritages." Penonton sangat terpukau dengan koleksi baju batik dan Ao Dai.
 
Salah satu baju yang menjadi pusat perhatian para tamu adalah perpaduan batik dan Ao Dai, yang dibuat khusus KJRI dan Batik House Indonesia untuk kegiatan Batik Week. Baju dibuat dengan model Ao Dai, namun motifnya batik dan bahannya berasal dari Indonesia.
 
Konsulat Jenderal RI di HCMC bekerja sama dengan Batik House Indonesia menghadirkan Ibu Venny Afwani Alamsyah sebagai ahli batik. Kedatangan Ibu Venny dimanfaatkan untuk beberapa kegiatan kedepan diantaranya guna menjelaskan sejarah batik dan proses pembuatannya, fashion-show batik dan perkenalan budaya Indonesia lainnya kepada masyarakat lokal.
 
Puluhan pemuda Vietnam juga terlihat sangat antusias untuk membatik dalam kegiatan praktek singkat menggunakan canting. Sehingga peserta yang hadir dapat merasakan langsung proses pembuatan batik-tulis dengan tangan sendiri.
 
Dalam kegiatan workshop terlihat generasi muda Vietnam sangat asyik dan menikmati proses membatik dengan canting. Mereka berusaha mengikuti pola yang telah ada atau bahkan ada yang kreatif dengan membuat pola sendiri.
 
Setelah melalui proses pewarnaan, banyak yang menyatakan kekagumannya karena kain yang tadinya terlihat polos menjadi sangat cantik dengan warna dan pola yang tercipta dari proses membatik. Kegiatan masih akan dilanjutkan beberapa hari ke depan untuk mengenalkan batik ke kalangan a?kademisi, pemerintah setempat, pengusaha serta para eskpatriat asing yang tinggal di HCMC.
 
Baca:  Sekolah Penerbang Indonesia Tawarkan Anak-Anak Muda Vietnam Menjadi Pilot
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif