Ilustrasi oleh Medcom.id.
Ilustrasi oleh Medcom.id.

Kesal Hubungan Diakhiri, Pria Singapura Ancam Sebar Video Telanjang Mantan Kekasih

Medcom • 18 Agustus 2022 20:08
Singapura: Seorang pria di Singapura mengancam untuk menyebarkan video telanjang mantan kekasihnya. Dia juga mengatakan kepada mantannya akan menjadi seorang ‘influencer’ dan pria tersebut ‘tidak akan rugi’ pisah dengan perempuan itu.
 
“Setelah mengakhiri hubungannya, pelaku juga menguntit wanita tersebut dalam Microsoft Teams dalam beberapa bulan. Ini dilakukan setelah sang korban telah memblokir pria tersebut dari seluruh platform media sosialnya,” laporan Channel News Asia, Kamis, 18 Agustus 2022.
 
Ia dinyatakan bersalah pada Rabu 17 Agustus 2022 dan dikenakan atas dua tuduhan, yakni memberikan ancaman yang membuat mantan kekasihnya tidak nyaman dan juga tuduhan melakukan penguntitan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pria yang saat ini berusia 22 tahun, tidak bisa disebutkan namanya untuk menjaga identitas dari korban – yang berada di bawah perintah pembungkaman. Wanita tersebut berusia 19 tahun ketika menghadapi masalah tersebut.
 
Hakim meminta pengeluaran laporan untuk penyesuaian kondisi pria itu untuk masa percobaan atau perintah untuk mendapatkan perawatan wajib – yang mengacu pada kondisi kejiwaan tertentu pelaku untuk menjalani perawatan psikiatri.
 
“Saat itu, pria tersebut tengah mengalami depresi dan gangguan kecemasan, “menurut pengacaranya, Mark Yeo dan Chloe Chen dari Lembaga Hukum Kalco.
 
Pengadilan mengetahui bahwa pria itu dengan mantan kekasihnya bertemu di sekolah dan menjalin hubungan pada April 2018. Hubungan mereka memburuk dan memutus hubungan mereka sekitar bulan Desember 2019.
 
Selama menjalin hubungan, pria tersebut mengambil atau menerima foto lebih dari 100 video dan foto korban dengan berbagai keadaan telanjang. Sejumlah video memperlihatkan mereka tengah berhubungan seksual.
 
Pada akhir 2019, pasangan tersebut terlibat dalam perdebatan di Telegram. Korban mengira bahwa pria itu telah menghapus video dan foto miliknya.
 
Tetapi selama perdebatan, pria tersebut mengatakan bahwa ia memiliki “hampir 100” dari video telanjang milik wanita tersebut dan mengancam untuk menyebarkan video-video tersebut.
 
“Ia juga mengatakan pada wanita itu bahwa ia ‘bermain-main dengan orang yang salah’,” ujar Wakil Jaksa Penuntut Agung, Benedict Teong.
 
Pria tersebut terus mengulang-ulang ancamannya pada saat dalam percekcokan lainnya dalam Telegram pada 23 Desember 2019, ketika korban mengatakan bahwa ia akan meninggalkan grup obrolan mereka.
 
“Saya akan membocorkan video dan foto telanjang Anda dan akan memastikan tahun 2020 Anda luar biasa,” sebut Teong.
 
Dari Mei hingga Juli 2020, pria tersebut juga melecehkan korban dengan beberapa pesan yang tidak diinginkan di Microsoft Teams, yang korban gunakan untuk mengakses kegiatan perkuliahannya.
 
Pihak kejaksaan mengatakan, pesan-pesan yang dituliskan pria tersebut biasa melibatkan dirinya untuk mencoba membuat mantan kekasihnya merasa bersalah.
 
Pada saat itu, korban telah memblokir pria tersebut di seluruh media sosial dan menjelaskan bahwa ia tidak ingin berhubungan lagi dengannya. Tersangka akan kembali menjalani masa hukumannya pada bulan Oktober mendatang.
 
Hukuman atas penggunaan kata-kata ancaman yang menyebabkan korban terintimidasi akan dikenakan pidana penjara hingga enam bulan, dengan denda sebesar S$5.000 sekitar Rp53 juta atau keduanya.
 
Tindak pidana penguntitan akan dikenakan dengan pidana kurungan paling lama satu tahun, dengan pembayaran denda sebesar Rp53 juta atau keduanya. (Gracia Anggellica)

 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif