Tentara Myanmar menuduh pemberontak Karen membunuh 25 pekerja konstruksi. Foto: AFP
Tentara Myanmar menuduh pemberontak Karen membunuh 25 pekerja konstruksi. Foto: AFP

Junta Myanmar Tuduh Kelompok Bersenjata Karen Bunuh 25 Pekerja

Internasional konflik myanmar Myanmar politik myanmar aung san suu kyi Kudeta Myanmar
Fajar Nugraha • 14 Juni 2021 18:04
Yangon: Media Myanmar yang dikendalikan junta pada Senin 14 Juni 2021 menuduh kelompok etnis bersenjata membunuh 25 pekerja konstruksi. Pembunuhan itu dituduhkan terjadi di timur negara itu setelah menculik sekelompok 47 orang bulan lalu.
 
Tidak dapat dikonfirmasi kepada Organisasi Pertahanan Nasional Karen (KNDO) untuk mengomentari tuduhan tersebut. Juru bicara junta juga tidak memberikan komentar pasti mengenai tuduhan itu.
 
Konflik di perbatasan Myanmar telah berkobar kembali di beberapa tempat sejak tentara merebut kekuasaan pada 1 Februari dan menggulingkan pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Surat kabar Global New Light of Myanmar dan televisi Myawaddy yang dikendalikan tentara, menunjukkan gambar-gambar dari apa yang tampak seperti 25 mayat yang dibaringkan di pembukaan hutan.
 
Mereka mengatakan para pria itu bekerja di Jembatan Sungai Uhu di Distrik Myawaddy, dekat perbatasan dengan Thailand, dan diculik dari lokasi konstruksi pada 31 Mei dalam satu kelompok yang juga termasuk 10 anak-anak dan enam wanita.
 
The Global New Light of Myanmar mengatakan, total tujuh mayat ditemukan pada 11 Juni, satu terbakar dan yang lainnya dengan tangan terikat di belakang punggung mereka. Disebutkan 18 mayat lainnya ditemukan pada 12 Juni.
 
"Petugas dari lokasi pembangunan jembatan memeriksa mayat dengan identitas mereka untuk memberi tahu orang tua dan kerabat," sebut laporan The Global New Light of Myanmar, yang dikutip Channel News Asia.
 
Pertempuran telah meningkat di Myanmar timur sejak kudeta dan bentrokan telah mengusir ribuan orang dari rumah mereka.
 
KNDO, yang telah memperjuangkan otonomi yang lebih besar bagi rakyat Karen sejak 1947, termasuk di antara kelompok etnis bersenjata yang sangat menentang pengambilalihan militer.
 
Pasukan junta telah membunuh lebih dari 860 orang sejak kudeta, menurut kelompok aktivis Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik. Junta mengatakan jumlahnya jauh lebih rendah.

 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif