Pemimpin Junta Myanmar Min Aung. Foto: AFP
Pemimpin Junta Myanmar Min Aung. Foto: AFP

Aset Milik Anak Pimpinan Junta Myanmar Ditemukan di Thailand

Fajar Nugraha • 12 Januari 2023 12:00
Bangkok: Pihak berwenang menemukan buku tabungan dan dokumen kepemilikan kondominium mewah milik anak-anak pemimpin junta Myanmar Min Aung Hlaing. Dokumen itu berada di antara barang-barang yang disita selama penangkapan seorang pialang senjata kroni Myanmar di Bangkok pada bulan September.
 
Penangkapan ini jelas menyoroti hubungan antara dia dan keluarga kepala rezim . Pada saat yang sama, terungkap bahwa keluarga Min Aung Hlaing telah menggunakan Thailand sebagai lokasi untuk merampas aset mereka.
 
Berdasarkan catatan penyitaan, Justice for Myanmar (JFM), sebuah kelompok aktivis rahasia yang melacak bisnis junta, mengatakan bahwa di antara barang-barang yang disita dari pialang senjata Tun Min Latt adalah dokumen kepemilikan sebuah kondominium empat kamar tidur senilai hampir USD1 juta. Kondominium ini berada di kompleks Belle Rama 9 milik putra Min Aung Hlaing, Aung Pyae Sone.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Barang lainnya termasuk dua buku tabungan Siam Commercial Bank milik Khin Thiri Thet Mon, putri Min Aung Hlaing.
 
“Warga negara Myanmar Tun Min Latt, 53, dan tiga rekannya ditangkap dalam penggerebekan subuh di Bangkok pada 17 September dan didakwa pada 13 Desember atas tuduhan perdagangan narkoba, pencucian uang, dan kejahatan terorganisir transnasional. Obat-obatan terlarang senilai lebih dari 200 juta baht atau sekitar Rp91 miliar dan barang-barang lainnya disita dari mereka,” kata polisi Thailand, seperti dikutip Asia One, Kamis 12 Januari 2023.
 
Tun Min Latt memimpin perusahaan Star Sapphire Group, yang menjadi perantara impor drone pengintai Israel dan suku cadang pesawat untuk Angkatan Udara Myanmar, menurut sumber.
 
Star Sapphire Group bermitra dengan dua konglomerat bisnis milik militer, seperti Myanma Economic Holdings Ltd (MEHL) dan Myanmar Economic Corporation (MEC). Mereka bergerak dalam berbagai usaha.
 
Min Aung Hlaing merebut kekuasaan dari Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang terpilih di negara itu pada 2021 dan pemerintahannya menghadapi perlawanan nasional. Dia menanggapi dengan memerintahkan serangan udara dan pembakaran desa sambil membunuh lebih dari 2.600 orang, kebanyakan aktivis anti-rezim.
 
Min Aung Hlaing dan kedua anaknya mendapat sanksi dari AS dan Kanada. Pimpinan junta itu telah mempertahankan hubungan pribadi yang dekat dengan Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha
 
JFM mengatakan bahwa pihak berwenang Thailand belum menyita aset Aung Pyae Sone dan Khin Thiri Thet Mon, meskipun ada bukti yang menghubungkan mereka dengan dugaan kegiatan kriminal Tun Min Latt.
 
Kelompok itu mengatakan bahwa sementara junta terus melancarkan kampanye terornya terhadap rakyat Myanmar. Adapun keluarga anggota junta menyembunyikan aset curian mereka di lepas pantai, karena mereka mendapat keuntungan dari genosida militer, kejahatan perang, dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
 
Juru bicara JFM Yadanar Maung mendesak pihak berwenang Thailand untuk “menyita aset Aung Pyae Sone dan Khin Thiri Thet Mon dan menyelidiki apakah mereka mendapat keuntungan dari hasil kejahatan, dan untuk memblokir anggota junta, keluarga mereka, dan pendukung mereka untuk mengakses bank Thailand dan membeli aset di Thailand."
 

 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Medcom.id


 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif