Presiden AS Donald Trump (kiri) dan PM Israel Benjamin Netanyahu. (Foto: AFP)
Presiden AS Donald Trump (kiri) dan PM Israel Benjamin Netanyahu. (Foto: AFP)

Trump Tambah Kompleksitas Baru Isu Palestina Israel

Internasional palestina israel
Willy Haryono • 22 Agustus 2020 15:03
Jakarta: Timur Tengah masih menjadi kawasan dinamis yang seolah tidak pernah sepi dari konflik dan krisis. Banyak negara di kawasan tersebut terlibat konflik, seperti peperangan di Suriah, Yaman, Lebanon, dan perseteruan berkepanjangan antara Palestina dan Israel.
 
Duta Besar Indonesia untuk Yordania Andy Rachmianto menilai, kemunculan Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat menambah kompleksitas baru di Timur Tengah. Di bawah kepemimpinan Trump, AS telah memberikan dukungan penuh kepada Israel, yang bertolak belakang dari pemerintahan Washington sebelumnya.
 
"Kebijakan AS selama 4 tahun ini mengalami banyak pergeseran. Sejak Trump menjadi presiden, situasi di Tepi Barat dan Jalur Gaza semaki mengkhawatirkan," ujar Dubes Andy dalam sebuah diskusi daring mengenai geopolitik Timur Tengah pada Sabtu 22 Agustus 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dukungan penuh AS terhadap Israel menjadi justifikasi pelaksanaan kebijakan Israel terhadap Palestina, termasuk rencana aneksasi sebagian wilayah Tepi Barat," sambungnya.
 
Rencana aneksasi Israel terhadap Tepi Barat ditunda karena beberapa hal, seperti kemunculan pandemi virus korona (covid-19) dan juga disepakatinya perjanjian normalisasi dengan Uni Emirat Arab.
 
Meski ditunda, Israel diyakini akan tetap menjalankan rencananya itu dalam waktu cepat atau lambat.
 
Selain soal aneksasi, Trump juga telah menerapkan berbagai kebijakan yang memperlihatkan dukungan penu terhadap Israel. Kebijakan itu di antaranya mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, pemindahan gedung Kedutaan Besar dari Tel Aviv ke Yerusalem, penghentian bantuan AS ke badan pengungsi PBB, dan juga diumumkannya Perjanjian Abad Ini atau Deal of the Century.
 
Memandang dinamika ini, Indonesia akan selalu memperlihatkan posisi kuat dan tegas terhadap Palestina. Dubes Andy mengutip ucapan Soekarno, yakni "sepanjang Palestina masih berada di bawah pendudukan Israel, maka sepanjang itu pula Indonesia tidak akan mengakui dan membuka hubungan diplomatik dengan Israel."
 
"Komitmen RI terhadap perjuangan Palestina tidak akan pernah surut, baik dalam bidang politik, ekonomi, kemanusiaan, penguatan kapasitas dan lain sebagainya. Indonesia akan selalu berada di garda terdepan dan bersuara keras terhadap pendudukan Israel," ungkap Dubes Andy.
 
"Isu Palestina sudah melekat dan menjadi jiwa diplomasi Indonesia sejak dulu," pungkasnya.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif