Jakarta: Globalisasi masih menjadi sesuatu yang memicu pro dan kontra di tengah masyarakat Indonesia. Namun, di negara lain globalisasi dianggap positif, terutama untuk masa depan anak-anak muda.
Founder Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal mengatakan dirinya salah satu yang melihat globalisasi berdampak positif.
"Kalau saya pribadi anggap globalisasi itu hal yang positif. Di Tiongkong, India, Singapura dan negara Asia lainnya anak-anak muda memandang globalisasi adalah hal yang positif," tutur Dino dalam webinar Indonesia in Global Perspective yang digagas Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia, Selasa 30 Juni 2020.
Dino berharap agar anak-anak muda Indonesia jangan menjadi anti-globalisasi. "Nanti jadi tidak bisa bersaing dalam satu kawasan, di mana di Asia sendiri globalisasi dipandang positif," tuturnya.
Memang, kata Dino, di Amerika Serikat, dan juga negara-negara Eropa, tingkat ketertarikan anak mudanya terhadap globalisasi sangat kurang. Menurut dia, jangan mengikuti hal yang negatif.
"Lihatlah globalisasi sebagai kesempatan, sebagai aset kalian. Karena globalisasi itu lebih terbuka, dan bisa menciptakan sistem yang lebih adil," terangnya.
Meski demikian, saat ini globalisasi tengah terhambat akibat pandemi virus korona (covid-19). Dino menuturkan jika anak muda Indonesia terus berpikir maju, maka tidak akan ada yang menghalangi nilai positif globalisasi itu berkembang.
"Kalian jangan hanya komplain, karena kita semua dalam posisi yang sama saat ini," pungkasnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan