Milisi AS ancam ingin bunuh mantan Presiden AS Barack Obama. (Foto: AFP).
Milisi AS ancam ingin bunuh mantan Presiden AS Barack Obama. (Foto: AFP).

Milisi AS Ditangkap karena Ingin Bunuh Barack Obama

Internasional amerika serikat barack obama
Arpan Rahman • 23 April 2019 14:30
New Mexico: Seorang pemimpin milisi sayap kanan di Amerika Serikat (AS) ditahan oleh penyelidik federal AS. Dia dituduh menahan imigran dan melatihnya untuk membunuh mantan Presiden AS Barack Obama.
 
Larry Mitchell Hopkins menahan imigran secara ilegal di perbatasan AS. Pria di New Mexico ini juga memaksa para imigran itu untuk membunuh George Soros, Hillary Clinton dan Obama.
 
Pria berusia 69 tahun itu mengklaim bahwa kelompoknya ingin mengambil imigran ini karena ‘dukungan mereka terhadap Antifa’ atau aktivis anti-fasis.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan dokumen persidangan yang disegel oleh FBI, diketahui rencana-rencana dari Hopkins itu. Tetapi tidak diketahui kepada siapa Hopkins berbicara ketika dia membuat pernyataan yang seharusnya. Agen menangkapnya Sabtu 20 April, setelah lebih dari setahun setelah dia pertama kali diselidiki.Tuduhan yang diterima Hopkins, termasuk kepemilikan senjata dan amunisi.
 
Digambarkan sebagai "komandan nasional" United Constitutional Patriots (UCP), Hopkins diduga mengarahkan anggotanya untuk menghentikan orang-orang dari datang ke AS dari Meksiko sambil. “Dia mempersenjatai anggotanya dengan senapan AK-47 dan senjata api lainnya," kata pernyataan tertulis pihak pengadilan, seperti dikutip The New York Post, Selasa 23 April 2019.
 
Seorang juru bicara UCP, apa yang mereka lakukan justru membantu pasukan perbatasan. Bersama, mereka telah menahan lebih dari 5.600 migran dalam dua bulan terakhir.
 
"Penangkapan hari ini oleh FBI menunjukkan dengan jelas bahwa aturan hukum harus berada di tangan pejabat penegak hukum yang terlatih, bukan anggota pasukan bersenjata," kata Jaksa Agung New Mexico Hector Balderas.
 
Pengacara pemimpin milisi, Kelly O'Connell, telah membantah melakukan kesalahan dan mengklaim UCP sama sekali tidak berencana untuk membunuh siapa pun.
 
“(Hopkins) mengatakan itu sangat salah bahwa itulah yang mereka lakukan. Tidak ada rencana untuk melakukan semua itu,” tegas O’Connell.
 
UCP selama ini dilabeli sebagai ‘milisi fasis’ yang menyamar sebagai penegak hukum. Tetapi O'Connell menegaskan bahwa mereka "tidak melanggar hukum apa pun."
 
"Kami tidak menodongkan senjata ke orang, kami tidak akan membahayakan siapa pun. Termasuk imigran ilegal,” tuturnya.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif