Presiden AS Donald Trump tidak terima persidangan pemakzulan di Senat. Foto: AFP
Presiden AS Donald Trump tidak terima persidangan pemakzulan di Senat. Foto: AFP

Trump Letupkan Amarah Terkait Persidangan Pemakzulan di Senat

Internasional Pemakzulan Trump
Arpan Rahman • 17 Januari 2020 16:24
Washington: Donald Trump meluncurkan tanggapan penuh kemarahan terhadap pemakzulannya dari Ruang Oval, Gedung Putih, Washington. Hanya beberapa jam setelah Senat menyumpah pejabat ketua dan juri untuk mempertimbangkan tuduhan terhadap dirinya.
 
"Saya dimakzulkan tanpa alasan," keluh Trump dalam kata-kata kasar yang mencakup setidaknya sembilan bantahan bahwa ia tahu tentang Lev Parnas. Parnas mengklaim bahwa eselon tertinggi Gedung Putih itu sangat menyadari upaya memanfaatkan dana bantuan militer Amerika untuk memaksa Ukraina meluncurkan penyelidikan ke salah satu saingan domestik presiden.
 
Kemunculan presiden terjadi setelah pagi yang sibuk dalam politik Amerika Serikat. Senat memberi suara sehari sebelumnya buat menyetujui kesepakatan perdagangan Amerika Serikat-Meksiko-Kanada (USMCA) sebelum mengalihkan perhatian mereka ke proses pemakzulan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam komentarnya, Trump mengatakan persidangan pemakzulannya "harus berjalan sangat cepat", dan berulang kali bersikeras bahwa panggilan teleponnya dengan presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Juli adalah "sempurna".
 
"Yah saya pikir harus berjalan sangat cepat, ini bohong. Itu tipuan. Semua orang tahu itu," kata Trump.
 
"Ini benar-benar tipuan. Semuanya hal soal Ukraina. Jadi, Anda memiliki panggilan telepon yang sempurna -- sebenarnya itu adalah dua panggilan telepon, Anda orang yang tidak melaporkannya. Keduanya adalah panggilan yang sempurna. Bahkan mungkin di antara panggilan terbaik yang pernah saya lakukan kepada para pemimpin asing," semburnya, dilansir dari The Independent, Jumat 17 Januari 2020.
 
"Semuanya sempurna, dan mereka memakzulkan," lanjutnya beberapa saat kemudian.
 
Di luar lingkup langsung Senat dan pemakzulan, masalah lain tampaknya muncul untuk Trump pada Kamis. Laporan dari Kantor Akuntabilitas Pemerintah menuduh tim presiden melanggar hukum dalam transaksi terhadap Ukraina mereka. FBI mengunjungi rumah dan kantor Robert Hyde, donor Trump yang diduga menguntit mantan Duta Besar Ukraina Marie Yovanovitch, sebagai bagian dari konspirasi yang jelas untuk menggulingkan Dubes itu dari posisinya.
 
“Itu semua adalah tipuan besar", kata Trump pada Kamis, merujuk pada tuduhan oleh Parnas bahwa presiden secara pribadi menyadari upaya di Ukraina buat menyelidiki Joe Biden. Parnas, mitra pengacara pribadi presiden Rudy Giuliani, mengatakan di televisi nasional, Rabu malam: "Presiden Trump tahu persis apa yang sedang terjadi."
 
"Saya tidak kenal dia. Mungkin dia pria yang baik. Mungkin tidak. Saya tidak percaya saya pernah berbicara dengannya," kata Trump tentang Parnas. "Saya tidak butuh bantuan dari seorang pria yang belum pernah saya temui sebelumnya kecuali untuk berfoto," cetusnya.
 
Sidang pemakzulan Senat Trump dijadwalkan akan dimulai pekan depan dengan serius, meskipun tidak jelas berapa lama prosesnya akan berlangsung.
 
Sementara presiden menyerukan pengadilan cepat, perkembangan seperti klaim Parnas dapat mempersulit Partai Republik untuk melanjutkan dengan cepat. Sejumlah Republikan di Senat mengatakan mereka akan terbuka mendengarkan kesaksian lebih lanjut dari para saksi yang tidak dipanggil di hadapan DPR, dan dapat melarang bersama-sama dengan Demokrat untuk memaksa para saksi menghadirkan diri.
 
Tak lama setelah penampilan Trump di Oval Office, Trump menindaklanjuti tanggapannya dengan tweet dalam huruf besar semua.
 
"SAYA DIMAKZULKAN HANYA KARENA MEMBUAT PANGGILAN TELEPON SEMPURNA!" tulisnya.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif