Pengumuman ini sontak membuat seluruh warga terkejut. Mereka pun bersorak gembira, berharap kehidupan mereka selama ini dapat berubah menjadi lebih baik di masa mendatang.
Amelia Gutierrez, seorang pegawai bank yang sedang hamil tujuh bulan, mengaku senang bukan kepalang, karena calon anaknya kelak akan tumbuh di era baru hubungan AS dan Kuba.
"Anak saya tidak harus tinggal di bawah atmosfer ketegangan Kuba dan AS," ucap Gutierrez di Havana, pada AFP, Rabu (17/12/2014). "Ini adalah berita besar. Kuba dan AS adalah tetangga. Tidak ada alasan kenapa kedua negara ini harus bermusuhan," sebut dia.
Marlon Torrez, pelajar 16 tahun, berharap perubahan ini dapat meningkatkan perekonomian Kuba. Reformasi selama ini belum menunjukkan hasil berarti, sejak Kuba kehilangan dukungan dari Uni Soviet.
"Perubahan ini dapat membuka banyak peluang, terutama dalam bidang perdagangan kedua negara, yang merupakan tetangga dekat," ungkap Torrez, yang sejak lahir sudah tinggal di bawah embargo AS.
Sementara Hugo Cansio, warga berdarah AS dan Kuba yang mempunyai bisnis majalah, menilai perbaikan ini seharusnya sudah dilakukan sejak dahulu.
"Hari ini adalah hari yang bersejarah, awal dari mimpi baru, awal dari kesempatan baru bagi semua warga Kuba," tutup Cansio.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News