Pendiri WikiLeaks Julian Assange Didakwa Secara Rahasia

Arpan Rahman 17 November 2018 12:24 WIB
wikileaks
Pendiri WikiLeaks Julian Assange Didakwa Secara Rahasia
Pendiri WikiLeaks Julian Assange di balkon Kedubes Ekuador di London, Inggris, 19 Mei 2017. (Foto: AFP/JUSTIN TALLIS)
Washington: Pendiri situs WikiLeaks, Julian Assange, yang merupakan buronan Amerika Serikat usai menerbitkan sejumlah dokumen rahasia, telah didakwa secara rahasia oleh otoritas AS. Demikian dilaporkan surat kabar Washington Post, seperti dikutip dari Al Jazeera, Jumat 16 November 2018.

Pengajuan (kasus Assange) ke pengadilan, yang disebut-sebut telah diajukan secara tak sengaja, berisi permintaan kepada seorang hakim untuk menyegel dokumen-dokumen sebuah kasus kriminal terkait seseorang bernama "Assange."

Surat pengajuan itu memiliki sejumlah simbol, yang mengindikasikan awalnya diajukan di Pengadilan Distrik Alexanderia, Virginia, pada Agustus lalu.


"Kementerian Hukum AS 'secara tak sengaja' memperlihatkan adanya surat dakwaan yang disegel terhadap pendiri WikiLeaks Julian Assange," tulis WikiLeaks di laman Twitter.

Sejak Juni 2012, Assange tinggal di Kedutaan Besar Ekuador di Inggris usai dirinya melanggar jaminan terkait tuduhan kasus pelecehan seksual yang dihadapinya di Swedia.

Pria 47 tahun itu selalu membantah kasus pelecehan seksual di Swedia. Sejumlah pendukungnya mencurigai itu merupakan upaya untuk mengekstradisi Assange ke AS.

Otoritas Swedia mengakhiri investigasi dugaan kasus pelecehan seksual Assange tahun lalu. Swedia juga menarik surat penangkapan terhadap Assange.

Namun Kepolisian Inggris mengaku masih berniat menangkap Assange jika dia meninggalkan Kedubes Ekuador, karena dia telah melanggar syarat untuk jaminan dengan tinggal di sana.

Sebelum pemilihan umum AS pada 2016, WikiLeaks merilis sejumlah dokumen rahasia dari Komite Nasional Partai Demokrat dan juga John Podesta, ketua tim kampanye calon presiden Hillary Clinton.

Clinton menyebut munculnya sejumlah dokumen di WikiLeaks itu berkontribusi terhadap kekalahannya dari Donald Trump.




(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id