Dilansir dari AFP, Rabu 31 Juli 2019, korban juga diduga sempat disiksa terlebih dahulu sebelum ditembak mati.
Namun, polisi enggan merilis nama jurnalis dan afiliasi tempat ia bekerja. Polisi hanya mengatakan, jurnalis tersebut biasa bekerja di ibu kota.
Hingga saat ini, Meksiko masih menjadi negara yang berbahaya bagi jurnalis. Lebih dari 100 jurnalis tewas terbunuh tanpa diusut kasusnya sejak awal 2000-an.
Sepanjang 2018, ada enam jurnalis yang terbunuh dan kasusnya belum selesai sampai sekarang.
Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador berjanji untuk memberantas kekerasan, terutama untuk pers. Namun, kelompok HAM dan aliansi pers mencibir pernyataan tersebut.
Pasalnya, sejak Obrador menjabat pada Desember 2018, sudah ada tujuh kasus jurnalis terbunuh termasuk yang baru saja terjadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News