Presiden Peru Pedro Pablo Kuczynski (dua kiri) sebelum berbicara di Kongres Nasional di Lima, 21 Desember 2017
Presiden Peru Pedro Pablo Kuczynski (dua kiri) sebelum berbicara di Kongres Nasional di Lima, 21 Desember 2017

Presiden Peru Selamat dari Pemakzulan

Willy Haryono • 22 Desember 2017 15:41
Lima: Presiden Peru Pedro Pablo Kuczynski berhasil menghindari "peluru" dalam pemungutan suara pemakzulan atas tuduhan kasus korupsi terkait perusahaan besar asal Brasil, Odebrecht. 
 
Mosi pemakzulan gagal karena kekurangan delapan suara dukungan, dengan angka minimal 87. Pemakzulan didukung 79 suara, ditentang 19 dan abstain 21. 
 
"Permintaan untuk pengosongan (jabatan presiden) tidak disetujui," ujar Kepala Dewan Perwakilan Rakyat Peru, Luis Galarreta, seperti dikutip AFP, Kamis 21 Desember 2017. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Merespons gagalnya percobaan pemakzulan, Kuczynski menekankan pentingnya arti persatuan masyarakat. Puluhan orang datang ke istana kepresidenan Peru untuk mengucapkan selamat kepada Kuczynski. 
 
"Warga Peru. Besok akan dimulai halaman baru bagi sejarah kita: rekonsiliasi dan rekonstruksi negara. Satu kekuatan tunggal, satu Peru," tulis Kuczynski di Twitter. 
 
Sebelum pemungutan suara, para anggota parlemen terlebih dahulu mendengarkan pembelaan Kuczynski selama lebih kurang dua jam. Sang presiden menyebut upaya pemakzulan ini sebagai "kudeta" dan "serangan" terhadap demokrasi. 
 
Sejumlah analis sebelumnya memprediksi Kuczynski akan dimakzulkan, terutama setelah 93 anggota parlemen pekan lalu memilih agar mosi pemakzulan diajukan ke Kongres.
 
Kuczynski dituduh berbohong dan menggelapkan uang USD5 juta dari Odebrecht. Kedua pihak berkukuh pembayaran itu hanya biasa konsultasi resmi. 
 
Uang tersebut diterima antara tahun 2004 dan 2013, periode di mana Kuczynski adalah menteri ekonomi dan kepala kabinet presiden saat itu, Alejandro Toledo.
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif