NEWSTICKER
Eks Dubes AS untuk Ukraina Marie Yovanovitch, saksi kunci sidang pemakzulan Trump. (Foto: AFP).
Eks Dubes AS untuk Ukraina Marie Yovanovitch, saksi kunci sidang pemakzulan Trump. (Foto: AFP).

Eks Dubes Sebut Kebijakan Luar Negeri Trump tak Bermoral

Internasional amerika serikat
Marcheilla Ariesta • 13 Februari 2020 17:05
Washington: Mantan Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Ukraina Marie Yovanovitch mengatakan kebijakan luar negeri Amerika di bawah kepemimpinan tidak bermoral. Dia menambahkan Presiden Donald Trump suka menggunakan ancaman untuk berdiplomasi.
 
"Saat ini, Kementerian Luar Negeri sedang dalam masalah. Para pemimpin senior tidak memiliki visi kebijakan, kejelasan moral, dan keterampilan kepemimpinan," tuturnya di Washington University, dilansir dari laman AFP, Kamis 13 Februari 2020.
 
"Terus terang, kebijakan luar negeri yang amoral, penuh ancaman, ketakutan, dan krisis kepercayaan tidak bisa berhasil dalam jangka panjang," imbuh Yovanovitch.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia merupakan tokoh kunci dalam persidangan pemakzulan Trump. Tahun lalu, Trump meremehkan Yovanovitch dalam persidangan pemakzulannya, yang melakukan panggilan telepon dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan mengancam mereka.
 
Yovanovitch bersaksi di Kongres bahwa dia dipanggil karena 'klaim tidak berdasar' orang-orang yang motifnya perlu dipertanyakan. Dia mengatakan menjadi target kampanye kotor yang diatur pengacara pribadi Trump, Rudy Giuliani.
 
Dia juga mengkritik Menteri Luar Negeri Mike Pompeo yang dianggap salah melangkah dengan kebijakan yang seperti 'membajak' Ukraina.
 
Beberapa bulan terakhir, Trump menghadapi upaya pemakzulan karena telah mengancam Ukraina untuk kepentingan pribadinya. Dia dituduh menyalahgunakan kekuasaannya dengan berusaha mempengaruhi Ukraina untuk menyelidiki saingan politiknya Joe Biden, dan kemudian menghalangi Kongres yang berusaha menyelidiki masalah tersebut.
 
Awal Februari ini, Senat AS yang dikuasai Partai Republik memutuskan untuk membersihkan Trump dari semua pasal pemakzulan terhadapnya. Pembebasan berarti Trump akan tetap sebagai Presiden dan mengakhiri sidang pemakzulan presiden yang ketiga dalam sejarah Amerika.
 

(WAH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif