Amerika Serikat, yang telah menjatuhkan sanksi kepada sejumlah pejabat dan entitas Venezuela, memuji Majelis Nasional sebagai "satu-satunya institusi sah" di Venezuela.
"Kami menekankan kembali tidak sahnya (kepemimpinan) Nicolas Maduro," kata ketua baru majelis, Juan Guaido, seperti dinukil dari media AFP.
Maduro, yang memimpin Venezuela di tengah krisis ekonomi saat ini, akan dilantik pada Kamis mendatang untuk menjabat periode kedua enam tahun ke depan. Pemilu pada 20 Mei tahun lalu diboikot hampir seluruh pihak oposisi Venezuela.
Jumat kemarin, menteri luar negeri dari 12 negara Amerika Latin dan Kanada mengumumkan bahwa pemerintahan mereka tidak akan mengakui Maduro sebagai presiden jika dirinya tetap berkukuh melanjutkan ke periode kedua. Para menlu menyerukan kepada Maduro untuk menyerahkan kekuasaan kepada Majelis Nasional Venezuela.
Pemerintah Maduro menuduh para menlu yang berkumpul di Lima itu sedang "mendorong kudeta" berdasarkan instruksi dari AS.
Guaido, dalam pidato yang dihadiri sejumlah pejabat negara, mendeklarasikan bahwa komando militer Venezuela telah "hancur." Namun ia menyerukan kepada angkatan bersenjata Venezuela untuk mendukung upaya "memulihkan demokrasi."
Baca: Maduro Yakin Mata Uang Baru Selesaikan Krisis Venezuela
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News