Menlu Retno Marsudi dalam debat pertama di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB). (Foto: Dok. Kemenlu RI).
Menlu Retno Marsudi dalam debat pertama di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB). (Foto: Dok. Kemenlu RI).

Menlu Minta Isu Rakhine Diselesaikan Melalui ASEAN

Internasional rohingya indonesia-pbb
Fajar Nugraha • 23 Januari 2019 21:32
New York: Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi melakukan beberapa pertemuan di tengah-tengah debat pertama Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB). Dalam sebuah pertemuan, menlu membahas mengenai situasi di Rakhine.
 
Pertemuan itu dilakukan Menlu Retno dengan Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Politik dan Perdamaian Rosemary A. DiCarlo. Pembahasan mengenai Rakhine ini bersamaan dengan kehadiran khusus PBB di Myanmar saat ini.
 
“Kita menyampaikan hasil pertemuan Menlu ASEAN di chiang mai, Thailand. Dimana ASEAN diberikan ruang oleh Myanmar untuk memberikan kontribusi. Saya inginkan dunia internasional melalui PBB agar ASEAN diberikan ruang agar dapat berkontribusi lebih banyak di Myanmar,” tutur Menlu Retno di markas PBB di New York, Selasa 22 Januari waktu Amerika Serikat atau Rabu 23 Januari 2019 waktu Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Secara prinsip Pemerintah Myanmar sudah sepakat, sudah setuju bahwa ASEAN dapat membantu lebih banyak pemerintah myanmar dalam menyelesaikan isu yang terkait Rakhine,” imbuh Menlu Retno, seperti dalam keterangan video yang diterima Medcom dari Kemenlu RI.
 
Menlu menambahkan, PBB juga memberikan apresiasi kontribusi Indonesia dalam mencoba membantu menghadirkan perdamaian di Afghanistan.
 
Menlu Minta Isu Rakhine Diselesaikan Melalui ASEAN
Menlu Retno Marsudi dengan Wasekjen PBB Jean Pierre Lacroix. (Foto: Dok.Kemenlu RI).
 
Pada kesempatan lain, menlu juga melakukan pertemuan dengan Wakil Sekjen PBB untuk Misi Pasukan Perdamaian Jean Pierre Lacroix. Indonesia adalah salah satu kontributor dari pasukan perdamaian. isu ini akan diangkat Indonesia dalam keanggotaan di DK PBB.
 
“Pihak PBB sangat mengapresiasi atas pengiriman terbaru dari indonesia yaitu untuk misi Monusco ke Kongo sebanyak 850 personel. Selain itu kita menyebutkan sudah ada pasukan yang siap untuk dikerahkan. Baik dari police unit maupun individual police officer. Indonesia meminta kepada PBB untuk menyegerakan pengiriman pasukan ini,” tegas Menlu.
 
Dibahas pula partisipasi wanita di dalam pasukan perdamaian. Untuk saat ini persentasinya masih cukup sedikit, rata-rata tiga persen dan Indonesia meningkatkan persentasi wanita di dalam pasukan.
 
Indonesia menurut Menlu terus menurus meningkatkan kapasitas dan kapabilitas. Sehingga pasukan Garuda dapat jadi pasukan yang baik yang dapat memberikan kontribusi bagi perdamaian dunia.
 
Saat ini Indonesia berada pada peringkat ketujuh sebagai kontributor pasukan perdamaian. Tercatat 3.545 pasukan perdamaian Indonesia berperan aktif di wilayah konflik.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif