Kematian Jamal Khashoggi

Anak Khashoggi Minta Saudi Kembalikan Jasad Ayahnya

Willy Haryono 05 November 2018 12:30 WIB
arab saudiJamal Khashoggi
Anak Khashoggi Minta Saudi Kembalikan Jasad Ayahnya
Raja Salman dan Pangeran Mohammed menemui keluarga dari Jamal Khashoggi di Riyadh, Arab Saudi, 23 Oktober 2018 (Foto: AFP/SPA)
Washington: Anak dari jurnalis yang tewas dibunuh, Jamal Khashoggi, meminta Arab Saudi mengembalikan jasad sang ayah agar dia dan keluarga dapat menguburkannya. Pernyataan disampaikan Abdullah Khashoggi dalam wawancara yang disiarkan media CNN, Minggu 4 November 2018.

Khashoggi dibunuh di Konsulat Arab Saudi di Istanbul pada 2 Oktober. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut perintah membunuh Khashoggi datang dari para petinggi di Riyadh.

"Saya sangat berharap apapun yang terjadi kepada ayah saya, dia tidak merasakan sakit serta meninggal dengan cepat dan damai," ujar Abdullah kepada CNN dalam wawancara di Washington.


Kakak Abdullah, Salah, mengatakan bahwa pihak keluarga hanya ingin menguburkan sang ayah di Al Baqi di Madinah. Al Baqi adalah sebuah kompleks pemakaman di Arab Saudi.

"Saya telah berbicara dengan otoritas Arab Saudi, dan saya berharap hal itu dapat terjadi dalam waktu dekat," ungkap Salah.

Kepala Tim Jaksa Turki menduga Khashoggi dicekik tak lama usai memasuki konsulat untuk kemudian dimutilasi. Yasin Aktay, penasihat Erdogan, menduga jasad Khashoggi kemungkinan sudah dihancurkan dengan cairan asam.

Baca: Turki: Khashoggi Dicekik Sebelum Dimutilasi

Pembunuhan Khashoggi telah memicu kecaman global terhadap Arab Saudi, termasuk dari Amerika Serikat yang merupakan sekutu dekat Riyadh. Dua anak Khashoggi khawatir karya ayah mereka, yang pernah bekerja sebagai kolumnis di Washington Post, dimanfaatkan untuk kepentingan politik.

"Saya melihat ada banyak orang yang mencoba mengklaim peninggalan ayah saya. Beberapa dari mereka menggunakannya dalam lingkup politik, yang sama sekali tidak kami setuji," tutur Salah. 

"Ayah saya bukan pembangkang. Dia meyakini monarki (Arab Saudi) adalah hal yang menyatukan negara kami," lanjut dia.

Salah dan Abdullah mengaku hanya mengandalkan pemberitaan media dalam memahami kasus kematian ayah mereka. "Kami mencoba mengikuti pemberitaan, satu demi satu, untuk mengetahui gambaran secara keseluruhan," sebut Abdullah.

Menurut Salah, kematian ayahnya bukan sesuatu yang terjadi dalam situasi normal. "Raja (Salman bin Abdul Aziz Al Saud) telah menekankan bahwa semua orang yang terlibat akan diseret ke hadapan hukum. Saya percaya pada ucapannya," kata Salah.



(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id