Seperti dilansir AFP, ini merupakan pertemuan pertamanya dengan pejabat tinggi Rusia sejak menjadi presiden. Keduanya akan bertemu di Oval Office sekitar pukul 10.30 pagi waktu setempat.
Bertolak ke Washington untuk kali pertama sejak empat tahun, Lavrov juga akan bertemu Menlu AS Rex Tillerson untuk membicarakan perjanjian zona aman dalam konflik Suriah.
AS bukan bagian dari perjanjian "Zona Aman" yang ditandatangani Rusia dan Iran serta Turki di Astana pada Kamis pekan kemarin.
Washington berhati-hati dalam mengapresiasi perjanjian tersebut, karena Iran merupakan salah satu mediatornya.
Rencana pertemuan dengan Lavrov di Gedung Putih berlangsung satu hari setelah Trump memecat Direktur Biro Investigasi Federal James Comey.
Dugaan Peretasan Rusia
Pemecatan dilakukan di tengah penyelidikan FBI atas dugaan peretasan Rusia dalam pemilihan umum AS tahun lalu.
FBI menuduh Presiden Rusia Vladimir Putih menyetujui intervensi agar Trump mendapat keuntungan dalam pilpres.
Selain itu, FBI juga menyelidiki apakah beberapa politikus Partai Republik juga bekerja sama dengan Rusia dalam upaya peretasan.
Pemecatan Direktur FBI merupakan sesuatu yang sangat jarang terjadi. Demokrat mengecam pemecatan, dan membandingkannya dengan keputusan "Saturday Night Massacre" yang pernah diambil Presiden Richard Nixon. Ketika itu, Nixon memecat jaksa independen yang menyelidikan kasus Watergate.
Gedung Putih mengatakan pencarian pemimpin baru FBI akan segera dilakukan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id