Persidangan militer ini akan melibatkan ratusan warga sipil yang diduga membuat rusuh selama beberapa hari terakhir. 50 orang ini sedang ditahan di sebuah penjara di negara bagian Guarico.
"Sejauh ini, 75 orang telah dibawa ke pengadilan militer Venezuela, sedangkan 50 orang masih ditahan," kata seorang pengacara LSM, Alfredo Romero, seperti dikutip AFP, Selasa 9 Mei 2017.
Sementara itu, sebanyak 40 orang diperkirakan akan ditahan sebeum Senin malam waktu setempat. Namun, penahanan ini disebut sebagai penahanan ilegal yang dilakukan oleh pengadilan militer.
Dikonfirmasi ke pihak pemerintah, mereka belum memberi tanggapan atas penangkapan atau proses pengadilan terhadap warga sipil ini.
Menurut seorang diplomat Uruguay yang berbasis di Amerika Serikat di mana ia memimpin badan koordinasi kebijakan regional, mengatakan bahwa penahanan warga sipil tersebut sama sekali tidak proposional secara hukum.
Bentrokan terus terjadi di Venezuela kurang lebih satu bulan terakhir karena ribuan orang terus memprotes pemerintahan Maduro. Polisi pun terpaksa menembakkan gas air mata ke arah para pengunjuk rasa.
Rakyat menyalahkan Maduro karena krisis ekonomi yang menyebabkan kekurangan pangan di Caracas. Sejauh ini, 36 orang telah tewas dan ratusan lainnya terluka sejak kerusuhan meletus pada 1 April lalu.
Di sisi lain, Maduro mengatakan bahwa krisis ekonomi ini adalah konspirasi kapitalis yang didukung AS terhadap pemerintahannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News