Menteri Dalam Negeri dan Kehakiman Nestor Reverol mengumumkan penangkapan di televisi. Dia mengatakan bisa lebih banyak lagi yang tertangkap dalam beberapa jam mendatang.
Tiga personel militer dalam kondisi kritis dan empat lainnya terluka dalam serangan yang melibatkan dua pesawat tak berawak. "Pesawat dikendalikan dari jarak jauh," kata Reverol, dilansir dari Channel News Asia, Senin 6 Agustus 2018.
Dia menggambarkan serangan tersebut sebagai kejahatan terorisme. Reverol menambahkan dalang di balik serangan tersebut sudah diidentifikasi.
Oposisi Venezuela mengatakan Maduro sebagai pemimpin sosialis yang radikal. Dia menambahkan para pasukan bersenjata bersumpah setia tanpa bersyarat kepada presiden Venezuela tersebut.
Sementara itu, Maduro bersumpah untuk memberikan hukuman maksimal kepada mereka yang mencoba membunuhnya. Dia menunjuk Presiden Kolombia Juan Manuel Santos dan sayap ultra kanan bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Kementerian Luar Negeri Kolombia membantah keras tuduhan dari Venezuela yang mengatakan Bogota berada di balik serangan pesawat tanpa awak atau drone ke Caracas. Kemenlu Kolombia menegaskan Presiden Juan Manuel Santos sama sekali tidak bertanggung jawab atas upaya percobaan pembunuhan terhadap Maduro.
Bogota meminta Caracas untuk menghormati Santos. Kemenlu Kolombia menyebut pemerintahan Maduro kerap menyalahkan Bogota atas beragam masalah yang menerpa Venezuela.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News