Mantan Dubes AS untuk Ukraina Marie Yovanovitch (tengah) meninggalkan gedung US Capitol di Washington, 11 Oktober 2019 (Foto: AFP/OLIVIER DOULIERY)
Mantan Dubes AS untuk Ukraina Marie Yovanovitch (tengah) meninggalkan gedung US Capitol di Washington, 11 Oktober 2019 (Foto: AFP/OLIVIER DOULIERY)

Transkrip Saksi Pemakzulan Donald Trump Dirilis ke Publik

Internasional donald trump Pemakzulan Trump
Willy Haryono • 05 November 2019 07:18
Washington: Transkrip keterangan sejumlah saksi dalam penyelidikan pemakzulan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dirilis ke publik, Senin 4 November 2019. Salah satu saksi adalah mantan Duta Besar AS untuk Ukraina Marie Yovanovitch.
 
Partai Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat AS memasuki fase terbuka dalam penyelidikan level Kongres mengenai dugaan penyalahgunaan kekuasaan oleh Trump. Partai Republik (GOP) berusaha keras membela Trump.
 
Keterangan Yovanovitch dirilis saat Gedung Putih meningkatkan perlawanan terhadap penyelidikan pemakzulan Trump. Salah satu bentuk perlawanan adalah ketidakhadiran pengacara keamanan nasional Trump usai dipanggil Komite Intelijen DPR AS untuk bersaksi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penyelidikan pemakzulan berkutat seputar dugaan apakah Trump memang benar telah menekan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy untuk menyelidiki Hunter Biden, anak dari Joe Biden -- politikus top Demokrat yang maju dalam pemilihan umum 2020.
 
Masih soal tekanan, Trump juga diduga sengaja menahan dana bantuan USD391 juta (setara Rp5,4 triliun) yang telah disepakati Kongres AS untuk membantu Ukraina menghadapi agresi Rusia.
 
Bulan lalu, Yovanovitch bersaksi bahwa dirinya didepak dari jabatan dubes pada Mei atas "klaim palsu" yang dilayangkan beberapa aktor pro-Trump.
 
Menurut keterangannya, Yovanovitch mengaku resah atas keterlibatan mendalam pengacara pribadi Trump, Rudy Giuliani, dalam isu Ukraina -- terutama soal desakan agar Kiev menyelidiki Hunter Biden.
 
Yovanovitch mengaku "terkejut" saat membaca ringkasan percakapan Trump dengan Zelenskiy tertanggal 25 Juli. Dalam ringkasan percakapan, Trump menyebut bahwa Yovanovitch "akan mengalami sesuatu nanti."
 
"Saya sangat khawatir, bahkan sampai sekarang," ujar Yovanovitch, dikutip dari AFP.
 
"Apakah Anda merasa terancam," tanya seorang investigator sembari membaca transkrip Yovanovitch. "Iya," jawab Yovanovitch.
 
Dalam keterangannya kepada awak media, Trump mengaku tidak mengenal Yovanovitch secara pribadi. Namun Trump menyebut dirinya yakin Yovanovitch adalah "seorang wanita yang sangat kompeten."
 
Kenyataannya, nama Yovanovitch disebutkan beberapa kali dalam percakapannya dengan Zelenskiy. Masih dari ringkasan percakapan, Trump bahkan menyebut Yovanovitch sebagai "sebuah masalah yang buruk."
 
Ketua Komite Intelijen DPR AS Adam Schiff mengatakan dirilisnya keterangan saksi ini akan menjadi yang pertama dari beberapa perilisan selanjutnya.
 
Selain Yovanovitch, saksi lainnya adalah Michael McKinley, seorang mantan penasihat senior untuk Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo. Ia mengundurkan diri September lalu setelah mengetahui bahwa Kemenlu AS tidak membela Yovanovitch dan beberapa diplomat lainnya.
 
McKinley mengaku telah tiga kali meminta Pompeo untuk membela Yovanovitch, dan bahkan pernah mengatakan bahwa situasi seputar pemecatannya ini "benar-benar tidak dapat diterima." Namun menurut McKinley, Pompeo cenderung tidak merespons ucapannya.
 
Selama 37 tahun berkarier sebagai diplomat, McKinley mengatakan kepada investigator bahwa ia "belum pernah melihat" adanya upaya penggunaan sumber daya Kemenlu AS "untuk mendapatkan informasi negatif demi kepentingan politik dalam negeri."
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif