Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam penutupan latihan militer di Caracas, 15 Februari 2019. (Foto: AFP/HO/Venezuelan Presidency)
Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam penutupan latihan militer di Caracas, 15 Februari 2019. (Foto: AFP/HO/Venezuelan Presidency)

Maduro Tuduh AS Curi Miliaran Dolar dari Venezuela

Internasional konflik venezuela venezuela Ekonomi Venezuela
Willy Haryono • 16 Februari 2019 13:43
Ciudad Bolivar: Presiden Nicolas Maduro menuduh Amerika Serikat "mencuri" miliaran dolar dari Venezuela dan hanya menawarkan "remah-remah" sebagai gantinya via bantuan kemanusiaan. Pernyataan dilontarkan usai AS menjatuhkan sanksi ekonomi kepada lima pejabat yang dekat dengan Maduro.
 
Bantuan kemanusiaan dari AS menumpuk di Kolombia yang merupakan negara tetangga Venezuela. Pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido bertekad menentang Maduro yang menolak masuk bantuan tersebut.
 
"Itu semua jebakan. Mereka menaruh makanan busuk dan terkontaminasi," ujar Maduro terkait bantuan, seperti dilansir dari laman AFP, Jumat 15 Februari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mereka mencuri USD30 miliar (setara Rp423 triliun) dan hanya menawarkan remah-remah dari makanan busuk," lanjut dia, yang berbicara dalam sebuah acara di kota Ciudad Bolivar.
 
Setelah acara tersebut, Maduro meminta militer Venezuela bersiap menjalankan "tugas khusus" untuk memperkuat wilayah yang berbatasan dengan Kolombia. Ia meminta agar perbatasan Venezuela "tidak dapat ditembus."
 
"Saya tidak melebih-lebihkan. Di Gedung Putih, (Presiden AS) Donald Trump dan (Presiden Kolombia) Ivan Duque mengumumkan rencana untuk berperang dengan Venezuela," sebut Maduro, merujuk pada pertemuan kedua tokoh pada Rabu kemarin.
 
Dalam pertemuan tersebut, Trump menekankan bahwa "semua opsi" masih terbuka terkait krisis di Venezuela.
 
Baca:Maduro Singgung Kemungkinan Perang Sipil di Venezuela
 
Venezuela sedang dilanda krisis ekonomi dan politik yang membuat jutaan warganya jatuh dalam jurang kemiskinan. Jutaan warga memilih lari ke negara lain karena mereka kesulitan mendapat beragam kebutuhan pokok seperti makanan dan obat-obatan.
 
Guaido, yang diakui 50 negara sebagai presiden interim Venezuela, menuduh Maduro telah menyebabkan krisis saat ini. Ia menilai kinerja pemerintahan Maduro sangat buruk.
 
Dari 50 negara tersebut, salah satunya adalah Kosta Rika. Kementerian Luar Negeri Kosta Rika telah mengultimatum tiga diplomat Venezuela untuk angkat kaki dalam kurun waktu "60 hari."
 
Sementara itu, Maduro menilai krisis ekonomi dan politik saat ini diakibatkan sanksi AS. Maduro menilai ketegangan Venezuela dengan AS saat ini adalah sebuah "perang oligarki."
 
Sebagian besar sanksi AS dijatuhkan kepada perusahaan minyak nasional PDVSA dan beberapa individu spesifik di rezim Maduro.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif