Dua polisi Tiongkok berpatroli di Istana Potala  di daerah Lhasa, di Daerah Otonomi Tibet. (Foto: AFP)
Dua polisi Tiongkok berpatroli di Istana Potala di daerah Lhasa, di Daerah Otonomi Tibet. (Foto: AFP)

Pejabat Tiongkok Dilarang Masuk AS jika Tak Buka Akses Tibet

Internasional tibet as-tiongkok
Sonya Michaella • 14 Desember 2018 16:19
Washington: Para pejabat Tiongkok akan dilarang masuk ke Amerika Serikat (AS) jika akses ke Tibet tak dibuka. Kongres AS memberikan suara untuk menuntut akses bagi diplomat, jurnalis dan turis AS memasuki Tibet.

Kongres juga meminta Kementerian Luar Negeri AS untuk memverifikasi setiap tahun apakah Tiongkok memberikan akses ke Tibet dan daerah-daerah lainnya untuk warga Amerika.

Jika pembatasan masih berlaku, Kemenlu AS akan dipaksa untuk melarang pejabat Tiongkok yang terkait dengan kebijakan tersebut, masuk ke AS.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



"Warga Tiongkok menikmati akses luas ke AS tapi tidak sebaliknya untuk mahasiswa, jurnalis, atau diplomat AS yang ingin pergi ke Tibet, termasuk keturunan Tibet-Amerika yang ingin mengunjungi negara asal mereka," kata Senator Robert Menendez, dari Partai Demokrat, dikutip dari AFP, Jumat 14 Desember 2018. Baca: Wihara Situs Warisan Budaya UNESCO di Tibet Terbakar

Namun, rancangan undang-undang ini membutuhkan tanda tangan dari Presiden Donald Trump, meski tak ada suara yang menentang di dalam Kongres.

Pemerintah Tiongkok sudah lama memberlakukan larangan masuk ke Tibet, dengan alasan untuk memerangi terorisme dan separatisme di wilayah tersebut, sejak pasca kerusuhan pada Maret 2008. 

Saat itu orang Tibet yang memprotes Pemerintah Beijing menyerang migran dan toko-toko warga Tiongkok serta membakar sebagian kawasan perdagangan Lhasa.

Tiongok mengatakan, Tibet secara historis merupakan bagian dari wilayahnya sejak pertengahan abad ke-13. Partai Komunis telah memerintah kawasan Himalaya itu sejak pasukan Komunis tiba tahun 1951.



(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi