PM Kanada Berduka atas Kematian akibat Gelombang Panas
Anak-anak bermain di air mancur di tengah gelombang panas di Montreal, Kanada, 3 Juli 2018. (Foto: AFP/EVA HAMBACH)
Montreal: Perdana Menteri Justin Trudeau mengucapkan belasungkawa atas kematian puluhan orang akibat gelombang panas. Sejauh ini, gelombang panas di Kanada telah menewaskan 54 orang. 

Temperatur ekstrem ini terus terus merembet hingga ke wilayah Amerika Utara.

"Saya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dari mereka yang meninggal dunia di Quebec selama gelombang panas ini," ungkap PM Trudeau, seperti dikutip dari Express, Minggu 8 Juli 2018.


"Suhu tinggi diperkirakan akan terus berlanjut di Kanada bagian tengah dan timur, jadi pastikan Anda tahu cara melindungi diri sendiri dan keluarga," lanjut dia.

Sebanyak 24 dari 54 korban adalah pria berusia di atas 50 tahun. Mereka tinggal di lantai atas apartemen yang tidak memiliki pendingin ruangan, kata Dr David Kaiser dari Departemen Kesehatan Masyarakat Montreal.

Kota Montreal di provinsi Quebec dilanda suhu hingga 45 derajat Celsius dengan kelembaban tinggi. Kondisi tersebut menewaskan 18 orang.

Gelombang panas di Kanada dimulai pada 29 Juni. Ketika itu, peringatan suhu diberlakukan untuk bagian selatan Quebec, Ontario, dan wilayah Atlantik.

Pada 2010, sekitar 100 orang tewas akibat gelombang panas di Montreal.



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id