AS Simpulkan Suriah Gunakan Klorin untuk Serang Douma
Kota Douma yang kini dikuasai kembali oleh Pemerintah Suriah (Foto: AFP).
Washington: Amerika Serikat (AS) menyebutkan bahwa pemerintah Suriah menggunakan bom klorin untuk menyerang Douma. Kesimpulan ini didasari pada uraian mengenai serangan tersebut dari serangan tersebut, serta informasi terpercaya yang mengindikasikan serangan tersebut
 
"Amerika Serikat menilai dengan penuh keyakinan bahwa rezim Suriah menggunakan senjata kimia di distrik Duma, pinggiran bagian timur kota Damaskus , pada tanggal 7 April 2018, yang menewaskan puluhan pria, wanita, dan anak-anak, serta melukai lebih dari ratusan orang," kata Gedung Putih dalam pernyataan yang diterima Medcom.id dari Kedutaan Besar AS di Indonesia, Selasa 17 April 2018.
 
Mereka mengatakan dua bom barel dijatuhkan di wilayah tersebut. Hal ini berdasarkan sumber media, laporan gejala yang dialami korban, video dan gambar-gambar yang diterima pemerintah Negeri Paman Sam.
 
"Sejumlah informasi signifikan menunjuk pada rezim ini, menggunakan klorin pada pengeboman di Duma, sementara beberapa informasi tambahan menunjuk pada rezim ini juga menggunakan gas berbahaya jenis sarin," imbuh mereka.
 
Kesimpulan tersebut diambil dari riwayat Suriah yang menggunakan senjata kimia pada 2017 lalu. Ratusan korban, termasuk anak-anak tewas dalam insiden tersebut.
 
Sementara itu, Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva pada akhir pekan lalu mengatakan foto-foto yang disebar di media internasional adalah palsu. Menurut dia, wilayah Douma merupakan daerah yang sudah dikuasai pemerintah Suriah, karenanya tidak perlu lagi dirusak apalagi sampai menjatuhkan bom untuk menghancurkan wilayah tersebut.



(FJR)