Seorang demonstran memegang spanduk bertuliskan Pinera Keluar dalam aksi protes di Buenos Aires, Argentina, 5 November 2019. (Foto: AFP/RONALDO SCHEMIDT)
Seorang demonstran memegang spanduk bertuliskan Pinera Keluar dalam aksi protes di Buenos Aires, Argentina, 5 November 2019. (Foto: AFP/RONALDO SCHEMIDT)

Presiden Chile Sebastian Pinera Menolak Mundur

Internasional chile
Willy Haryono • 06 November 2019 07:25
Santiago: Presiden Chile Sebastian Pinera menegaskan dirinya tidak akan mengundurkan diri di tengah gelombang protes mengenai isu kesenjangan sosial dan kesejahteraan rakyat yang telah memasuki pekan ketiga.
 
Saat ditanya BBC Pinera apakah mengundurkan diri adalah salah satu opsi, Pinera menjawab: "Tidak."
 
"Berbagai masalah saat ini adalah akumulasi 30 tahun terakhir," kata Pinera. "Saya bertanggung jawab atas sebagian masalah tersebut," lanjut dia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bentrokan antara demonstran dan aparat keamanan kembali meletus di Chile pada Selasa 5 November 2019. Kekacauan ini memaksa Pemerintah Chile membatalkan konferensi internasional di bidang ekonomi dan iklim, serta debat terbuka dengan kelompok oposisi.
 
Ribuan pengunjuk rasa turun ke jalanan ibu kota Santiago, dan juga kota Concepcion dan Vina del Mar. Beberapa pertandingan sepak bola internasional juga terpaksa dipindahkan dari yang sebelumnya dijadwalkan digelar di Santiago.
 
Salah satu pertandingan yang dipindahkan adalah babak final Copa Libertadores. Babak final kini akan digelar di Lima, Peru.
 
"Pilihan ini merupakan tawaran dari Pemerintah Peru, yang mengaku akan menjamin keamanan selama pertandingan berlangsung," ujar Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL).
 
Sejauh ini ada sekitar 20 orang yang meninggal dunia dalam bentrokan sejak aksi protes di Chile dimulai pada 20 Oktober. Sebuah agensi hak asasi manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa saat ini sedang menyelidiki tudingan adanya aksi brutal polisi terhadap demonstran di Chile.
 
Pinera telah mendeklarasikan status darurat atas gelombang protes ini. Mengenai kebrutalan polisi, ia berjanji akan menyelidikinya hingga tuntas.
 
Skala unjuk rasa terbaru di Santiago pada Selasa relatif lebih kecil dari satu hari sebelumnya, yang menandai pekan ketiga berlangsungnya gelombang protes di Chile.
 
Demonstran di Chile menyerukan adanya reformasi konstitusi. Saat ini, Chile masih menggunakan konstitusi era Jenderal Augusto Pinochet, seorang diktator yang berkuasa dari tahun 1973 hingga 1990.
 
Sebuah survei dari lembaga Cadem pada Minggu kemarin mengindikasikan bahwa 87 persen warga Chile menginginkan reformasi. Studi yang sama menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap Pinera menurun 13 persen.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif