Dzhokar Tsarnaev terancam hukuman mati (Foto: AFP)
Dzhokar Tsarnaev terancam hukuman mati (Foto: AFP)

Pelaku Bom Boston Dinyatakan Bersalah dan Terancam Hukuman Mati

Fajar Nugraha • 09 April 2015 07:43
medcom.id, Boston: Pelaku pengeboman maraton Boston, Dzokhar Tsarnaev dinyatakan bersalah atas 30 tuntutan yang diarahkan padanya. Tsarnaev pun terancam hukuman mati.
 
Juri yang memperhatikan hjalannya persidangan, mempertimbangkan vonis bersalah selama 11 jam dalam dua hari pertemuan, setelah mendengarkan berbagai kesaksian selama 16 hari. Kasus pengeboman maraton Boston menjadi perhatian utama ketika menewaskan tiga orang dan melukai 264 orang.
 
Pria berusia 21 tahun itu dinyatakan bersalah atas berbagai tuntutan, termasuk di antaranya konspirasi dan penggunaan senjata pemusnah masal. Semua tuntutan tersebut bila dinyatakan bersalah dapat berujung pada hukuman mati. 
 
"Terdakwa tampak pucat saat memasuki persidangan untuk mendengarkan penjatuhan vonis. Tsarnaev terus menundukkan kepala selama berlangsungnya pembacaan vonis," sebut VOA Indonesia, Kamis (9/4/2015).
 
Pada tahapan persidangan berikutnya, pengacara Tsarnaev akan menyerahkan berbagai bukti yang dimaksudkan untuk meringankan hukumannya. Bukti-bukti tersebut  terkait keluarga Tsarnaev, termasuk hubungannya dengan kakaknya, dan masa kecilnya di Kirgistan dan kemudian wilayah Dagestan yang penuh konflik.
 
Vonis bersalah untuk Tsarnaev sudah diduga sebelumnya. Para pengacara mengakui bahwa ia berpartisipasi dalam pengeboman, tapi mengatakan bahwa kakaknya yang tewas, Tamerlan,  merupakan otak di balik serangan maut tersebut. 
 
"Juri diminta untuk memutuskan 30 tuntutan terhadap Tsarnaev, termasuk penggunaan senjata pemusnah masal, pembunuhan terhadap seorang polisi dan penggunaan bom pipa di tengah aksi tembak-menembak dengan aparat," lanjut laporan VOA Indonesia.
 
Jaksa memaparkan berbagai bukti bahwa terdakwa, yang merupakan etnis Checnya dan beremigrasi dari Rusia 10 tahun sebelum pemboman, membaca dan mendengarkan berbagai materi mengenai jihad. Tsarnaev sempat menulis surat singkat di perahu tempat ia bersembunyi yang menyatakan bahwa pengeboman Boston merupakan aksi pembalasan terhadap tindakan militer AS di negara-negara mayoritas Muslim.
 
Tidak diketahui apa vonis mati akan diterapkan kepada Tsarnaev. Mengingat Massachusetts belum pernah mengeksekusi seorang pun sejak 1947 dan uskup-uskup Katolik di negara bagian ini beberapa hari lalu kembali menyatakan mereka menentang penjatuhan hukuman mati.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FJR)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan