Kecepatan kereta Amtrak itu lebih tinggi dua kali lipat dari yang diperbolehkan. Rem darurat hanya sedikit memperlambat laju kereta, sehingga akhirnya terguling dan menewaskan tujuh penumpang serta melukai 200 lainnya.
Dalam kecelakaan ini, sepuluh gerbong kereta terguling, satu di antaranya penyok berat.
"Misi kami adalah tidak hanya mengetahui apa yang terjadi, tapi mengapa itu bisa terjadi, sehingga kami bisa mencegahnya terjadi lagi," ujar Robert Sumwalt dari NTSB, seperti dikutip AFP.
Rem darurat hanya mampu memperlambat laju kereta dari 170 Km menjadi 164 Km per jam. "Membutuhkan waktu serta jarak panjang agar kereta dapat benar-benar berhenti," jelas Sumwalt.
Dalam aturan perkeretaapian di AS, kecepatan maksimal di belokan rel hanya 80 Km per jam. Sumwalt menyebut sistem pengendali kecepatan yang digunakan Amtrak antara Washington dan New York, belum dipasang di area kecelakaan.
"Kami merasa jika sistem seperti itu dipasang di ruas perlintasan ini, kecelakaan tidak akan terjadi," tutup Sumwalt.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News