Presiden AS Donald Trump (kiri) berjalan bersama Presiden Tiongkok Xi Jinping. (Foto: AFP)
Presiden AS Donald Trump (kiri) berjalan bersama Presiden Tiongkok Xi Jinping. (Foto: AFP)

Trump Klaim Cegah Tiongkok Hancurkan Demo Hong Kong

Internasional amerika serikat Protes Hong Kong
Willy Haryono • 23 November 2019 17:05
Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim telah mencegah Tiongkok menghancurkan aksi protes pro-demokrasi di Hong Kong.
 
Dalam sebuah wawancara program televisi Fox and Friends pada Jumat 22 November, Trump mengatakan bahwa jika bukan karena dirinya, maka "Hong Kong akan hancur lebur hanya dalam 14 menit."
 
Trump mengklaim Presiden Tiongkok Xi Jinping telah menyiagakan satu juta prajurit di luar Hong Kong. "Para prajurit itu tidak bergerak karena saya meminta dia (Xi), 'tolong jangan lakukan hal itu.'"

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dikutip dari Business Insider, Sabtu 23 November 2019, Trump mengatakan kepada Xi bahwa menghancurkan demonstrasi di Hong Kong akan menjadi "sebuah kesalahan besar" yang dapat berimbas pada "perjanjian dagang AS-Tiongkok."
 
Sebelumnya, Senat AS telah meloloskan undang-undang yang menyatakan dukungan kepada pengunjuk rasa pro-demokrasi di Hong Kong. UU itu disepakati oleh Partai Demokrat dan juga Republik.
 
Terkait UU itu, Trump mengaku tidak akan menandatanganinya karena saat ini masih berusaha menyelesaikan kesepakatan final perjanjian dagang dengan Tiongkok. Beijing juga telah memperingatkan AS akan adanya aksi balasan jika Trump berani menandatangani UU tersebut.
 
"Begini, kita harus mendukung (demonstran) Hong Kong," kata Trump di program Fox and Friends. "Tapi saya juga mendukung Presiden Xi. Dia adalah teman saya. Dia orang yang luar biasa," sambungnya.
 
Beberapa hari lalu, Senat AS secara bulat mengadopsi undang-undang yang mendukung "hak asasi manusia dan demokrasi" di Hong Kong.
 
Senat AS juga menyepakati langkah yang dapat melarang penjualan gas air mata, peluru karet dan perlengkapan lainnya yang telah digunakan aparat keamanan Hong Kong terhadap demonstran.
 
Selain itu, Senat AS juga mengancam akan mencabut status ekonomi khusus yang selama ini diberikan kepada Hong Kong.
 
Lewat UU terbaru ini, seorang presiden AS dapat mengulas status perdagangan dengan Hong Kong pada setiap tahunnya. Pengadopsian UU ini terjadi di tengah gelombang protes di Hong Kong yang telah berjalan enam bulan.

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif