Api menghanguskan hutan di Amazon, Brasil. Foto: AFP.
Api menghanguskan hutan di Amazon, Brasil. Foto: AFP.

Hutan Amazon Kebakaran, Presiden Brasil Salahkan LSM

Internasional kebakaran hutan brasil
Sonya Michaella • 22 Agustus 2019 11:34
Brasilia: Setidaknya 72.843 kebakaran terjadi di hutan hujan Amazon, Brasil. Angka ini meningkat 80 persen dari tahun lalu.
 
Akibat kebakaran ini, sejumlah kelompok dan aktivis serta LSM lingkungan menyalahkan Presiden Jair Bolsonaro. Mereka menuding Bolsonaro terlalu santai dalam menghadapi kebakaran hutan.
 
“Peningkatan deforestasi dan pembakaran adalah hasil dari kebijakan anti-lingkungan Bolsonaro,” sebut pernyataan dari Greenpeace Brasil, dikutip dari CNN, Kamis 22 Agustus 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pasalnya, kebijakan lingkungan Bolsonaro telah menjadi kontroversi sejak awal. Saat kampanye, ia berjanji untuk memulihkan ekonomi dengan mengeksplorasi potensi ekonomi Amazon.
 
Sebaliknya, Bolsonaro menuding kelompok-kelompok dan aktivis lingkungan lah yang menyebabkan kebakaran hutan hujan Amazon meluas.
 
“Mungkin para LSM lingkungan ini melakukan beberapa tindakan kriminal untuk menarik perhatian terhadap saya, terhadap pemerintah Brasil,” ungkap Bolsonaro.
 
"Ini adalah perang yang kita hadapi," kata Bolsonaro kepada wartawan.
 
"Kebakaran dinyalakan di tempat-tempat strategis. Semua indikasi menyarankan mereka pergi ke sana untuk syuting dan memulai kebakaran. Itulah yang saya rasakan,” ungkapnya.
 
Hutan hujan Amazon disebut sebagai paru-paru planet Bumi, yang rata-rata menghasilkan 20 persen oksigen untuk Bumi serta menjadi rumah bagi flora dan fauna yang tak terhitung jumlahnya.
 
Kebakaran di Amazon menjadi pukulan telak bagi para badan-badan lingkungan yang menyerukan perlambatan pemanasan global di dunia.
 
Menurut Institut Nasional untuk Penelitian Antariksa (INPE) Brasil, jumlah kebakaran tahun ini lebih tinggi dibanding 2018. Itu sebanding dengan 39.759 di seluruh 2018.
 
Kepala INPE, badan yang ditugaskan untuk memantau pembukaan hutan, dipecat karena mengungkapkan angka-angkanya.
 
Meskipun pada Rabu tidak mungkin untuk mengukur ukuran area yang terkena kebakaran, asap tebal dalam beberapa hari terakhir telah menyelimuti beberapa kota, termasuk Sao Paulo, dan menyebabkan penerbangan komersial dialihkan.
 
Kebakaran hutan cenderung meningkat selama musim kemarau, yang biasanya berakhir pada akhir Oktober atau awal November, karena lahan dibuka untuk membuka jalan bagi tanaman atau penggembalaan.
 
Tetapi WWF menyalahkan peningkatan tajam tahun ini atas percepatan deforestasi di Amazon, yang dipandang penting untuk menjaga agar perubahan iklim tidak terkendali.
 
"Secara historis, di wilayah ini, penggunaan api terkait langsung dengan deforestasi karena merupakan salah satu teknik untuk penebangan pohon," kata WWF dalam sebuah pernyataan.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif