NEWSTICKER
Menlu AS Mike Pompeo dalam suatu acara di Berlin, Jerman. (Foto: AFP)
Menlu AS Mike Pompeo dalam suatu acara di Berlin, Jerman. (Foto: AFP)

Perjanjian Damai AS-Taliban Ditandatangani 29 Februari

Internasional amerika serikat afghanistan
Willy Haryono • 22 Februari 2020 08:21
Washington: Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat mengatakan bahwa AS dan kelompok Taliban dijadwalkan menandatangani perjanjian damai pada 29 Februari. Perjanjian akan disepakati jika implementasi kesepakatan penurunan ketegangan di Afghanistan berjalan mulus selama sepekan.
 
Menteri Luar Negeri Mike Pompeo menyebut, implementasi penurunan ketegangan di seantero Afghanistan harus terlebih dahulu dinyatakan sukses sebelum ada penandatanganan. Ia tidak menginformasikan lokasi penandatanganan.
 
Menurut pernyataan Kemenlu AS, negosiasi antar Taliban dan Pemerintah Afghanistan akan langsung dimulai usai penandatanganan perjanjian damai. Selama ini, Taliban selalu menolak bernegosiasi langsung dengan Pemerintah Afghanistan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Berbagai tantangan masih tetap ada, tapi kemajuan di Doha telah menyuguhkan adanya kesempatan nyata (menuju perjanjian damai). AS menyerukan semua warga Afghanistan untuk memanfaatkan momen ini," ucap Kemenlu AS, dikutip dari Xinhua, Sabtu 22 Februari 2020.
 
Taliban juga mengonfirmasi bahwa perjanjian damai akan ditandatangani bersama AS bulan ini. Juru bicara Taliban Zabiullah Mujahid menuliskan di Twitter bahwa, "kedua kubu sepakat menandatangani perjanjian final di tengah pengawas internasional" pada 29 Februari.
 
Sebelumnya pada Jumat kemarin, seorang pejabat Afghanistan mengatakan bahwa kesepakatan penurunan ketegangan akan diberlakukan mulai Sabtu ini.
 
Inti dari perjanjian damai final adalah penarikan penuh pasukan AS dari Afghanistan, dan sebagai gantinya Taliban akan menjamin keamanan di seantero negara tersebut.
 
Selama ini, Presiden AS Donald Trump berulang kali mengemukan wacananya untuk mengakhiri kehadiran militer Negeri Paman Sam di Afghanistan. Ia menyebut disiagakannya militer AS di Afghanistan sejak 2001 sebagai sesuatu yang "bodoh."
 
Negosiasi damai antara AS dan Taliban dimulai pada 2018. Namun negosiasi dua kali terganggu usai Taliban menyerang personel militer AS pada September dan Desember lalu.

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif