Presiden Bolivia Evo Morales. (Foto: AFP)
Presiden Bolivia Evo Morales. (Foto: AFP)

Presiden Bolivia Klaim Kemenangan, Siap ke Putaran Kedua

Internasional bolivia
Willy Haryono • 25 Oktober 2019 09:10
Sucre: Presiden Bolivia Evo Morales mendeklarasikan kemenangan dalam pemilihan umum pada Kamis 24 Oktober 2019, di tengah tudingan dirinya berbuat curang demi melanjutkan masa kepemimpinan ke periode keempat.
 
Dengan sekitar 98,54 persen suara masuk, Morales diproyeksikan mendapat 46,85 persen dan rival terdekatnya, Carlos Mesa, hanya 36,68 persen. Morales mengaku siap melaju ke putaran kedua, meski perbedaan 10 poin dapat langsung menjadikannya pemenang.
 
"Kami menang di putaran pertama. Ini adalah berita baik," kata Morales dalam sebuah konferensi pers di Sucre, dikutip dari laman Press TV.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tribunal Elektoral Agung Bolivia belum mengonfirmasi kemenangan Morales. Namun sang petahana mengatakan jika tidak meraih keunggulan 10 poin, dirinya siap menghormati keputusan badan elektoral.
 
"Jika kami harus maju ke putaran kedua, maka kami akan menjalankannya," tutur Morales.
 
Sementara itu pada Rabu 23 Oktober, Mesa menegaskan tidak akan mengakui hasil yang diumumkan badan elektoral Bolivia, yang ditudingnya telah memanipulasi suara demi membantu kemenangan Morales.
 
Mesa berkukuh harus ada putaran kedua antara dirinya dan petahana. Ia juga menyerukan kepada para pendukungnya untuk terus berunjuk rasa di jalanan Bolivia.
 
Sejumlah pengamat dari Organisasi Negara-Negara Amerika telah mengekspresikan kekhawatiran mereka mengenai proses penghitungan suara di Bolivia. Awalnya jumlah suara Morales dan Mesa terpaut tipis, namun tiba-tiba berubah drastis pada Senin 21 Oktober ke arah yang menguntungkan petahana.
 
Uni Eropa, Brasil, Argentina dan Amerika Serikat juga telah mengekspresikan kekhawatiran mereka mengenai transparansi penghitungan suara di Bolivia.
 
Bentrokan sempat pecah antar simpatisan dua kubu di kota Santa Cruz pada Rabu 23 Oktober. Santa Cruz adalah kota terbesar di Bolivia yang juga merupakan basis pendukung oposisi.
 
Sejumlah kantor milik pejabat elektoral Bolivia sempat dibakar demonstran, dan bentrokan antara pedemo dan pasukan keamanan meletus di La Paz dan wilayah lainnya.
 
Morales, pemimpin berhaluan sayap kiri, memimpin Bolivia sejak 13 tahun terakhir. Popularitasnya belakangan mulai menurun di tengah tudingan maraknya korupsi serta gaya kepemimpinan otoriter.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif