Agensi Amerika Serikat untuk Pertumbuhan Internasional (USAID) mengaku terkejut saat melihat skala kerusakan di Bahama. USAID menilai Bahama saat ini seperti telah terkena bom nuklir.
Mark Green dari USAID menilai kerusakan terparah akibat Dorian terpantau berada di Grand Bahama dan Abacos.
"Ada beberapa bagian di Abaco dan Grand Bahama yang tidak terlalu rusak parah. Namun ada juga banyak permukiman warga yang hancur berantakan, seperti baru saja terkena bom nuklir," tutur Green, dilansir dari laman BBC, Senin 9 September 2019.
Saat tiba di Bahama pekan kemarin, Dorian memiliki kecepatan putaran angin hingga 300 kilometer per jam. Sejauh ini, total jumlah korban tewas akibat Dorian di Bahama mencapai 43 orang.
Perdana Menteri Bahama Hubert Minnis menyebut banyaknya korban jiwa sebagai "musibah yang sangat menyedihkan." Ia memprediksi angka korban tewas akan terus bertambah.
USAID mengaku bekerja sama dengan pemerintahan PM Minnis dalam menghadirkan tempat penampungan sementara, peralatan medis, makanan, air bersih dan obat-obatan.
Ribuan warga Bahama telah mengungsi dari Abaco menuju ibu kota, Nassau, dan ada juga yang diarahkan ke Florida, Amerika Serikat.
Sekitar 3.500 orang dikabarkan telah berhasil dievakuasi dari wilayah terdampak Dorian ke Nassau. Sabtu kemarin, sebuah kapal pesiar yang mengangkut 1.400 korban selamat Dorian telah berlabuh di Riviera Beach, Florida.
Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan sekitar 70 ribu orang di Grand Bahama dan juga Kepulauan Abaco membutuhkan bantuan darurat.
Program Makanan Dunia (WFP) mengestimasi sekitar 90 persen rumah, bangunan dan infrastruktur di Marsh Harbour rusak terkena imbas Dorian. Ribuan warga di wilayah itu pun terpaksa mengungsi ke gedung-gedung pemerintah, pusat medis dan gereja.
Angkatan Laut Inggris mengaku telah mengerahkan 18 tambahan staf medis untuk bergabungan dengan kapal RFA Mounts Bay yang telah mengirimkan bantuan ke Bahama usai Dorian berlalu. Satu kapal Inggris lainnya, HMS Protector, mengambil pasokan bantuan di Bermuda dan akan bertolak ke Bahama pada Senin ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News