Pesawat Boeing 737 Next Generation milik Sriwijaya Air. Foto: AFP
Pesawat Boeing 737 Next Generation milik Sriwijaya Air. Foto: AFP

Retakan Pesawat Boeing 737 NG Dialami oleh Penerbangan Asing

Internasional boeing
Medcom • 16 Oktober 2019 15:57
Washington: Sebuah inspeksi massal pada Boeing 737 Next Generation ditemukan keretakan pada 36 pesawat di bagian sayap. Insiden ini berdampak pada pelarangan terbang untuk dilakukan perbaikan.
 
Hasil ini mewakili lima persen dari 686 pesawat yang diperiksa dan ditemukan adanya keretakan di Boeing 737 NG. Pemeriksaan tersebut dilakukan atas perintah Otoritas Penerbangan Federal (FAA).
 
Sebelumnya Kementerian Perhubungan Indonesia juga melaporkan ada beberapa pesawat milik maskapai nasional mengalami keretakan serupa. Kini pesawat tersebut sudah dilarang terbang untuk diperbaiki.

Berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan oleh Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) per 10 Oktober 2019, terdapat retakan pada salah satu dari tiga pesawat B737NG milik Garuda Indonesia yang berumur melebihi 30 ribuflight cycle number(FCN).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain Garuda, juga terdapat retakan pada dua pesawat B737NG milik Sriwijaya Air dari lima pesawat yang berumur lebih dari 30 ribu FCN. Sementara Batik Air dan Lion Air tidak memiliki pesawat yang berumur melebihi 30 ribu FCN.

Menurut berbagai sumber, beberapa maskapai merasa sangat terpukul dengan insiden ini. Southwest Airlines memiliki dua pesawat yang harus dikeluarkan dari layanan perbaikan dan maskapai Brasil, GOL memiliki 11 buah pesawat.
 
Retakan yang ditemukan di beberapa pesawat yang diubah dari pesawat penumpang menjadi kargo. Temuan ini menjadi pukulan lain untuk Boeing, terutama setelah insiden Boeing 737 MAX yang dilarang terbang setelah dua kecelakaan yang menewaskan hampir 300 jiwa.
 
"Boeing menyesalkan dampak masalah ini pada maskapai GOL, serta pelanggan 737NG kami di seluruh dunia," sebut pernyataan Boeing, seperti dikutip USA Today.
 
"Kami secara aktif bekerja dengan para pelanggan kami dengan hasil temuan-temuan inspeksi untuk mendapatkan suku cadang, mengembangkan perbaikan dan mengganti rencana, dan memberikan semua dukungan teknis yang diperlukan untuk mengembalikan setiap pesawat yang terkena dampak ke layanan sesegera mungkin,” imbuh pihak perusahaan.
 
Boeing edisi NG merupakan versi sebelumnya dari 737 yang telah menjadi salah satu pesawat jet paling populer di dunia. Maskapai Southwest memiliki sekitar 700 NG di armadanya. Sedangkan, maskapai American Airlines memiliki 304 dan Delta memiliki 200.
 
Perintah pemeriksaan hanya mencakup sebagian 737 NG yang paling banyak diterbangkan. Sebagian retakan ditemukan di komponen yang disebut pickle fork, yang membantu menempelkan sayap ke badan pesawat.
 
“Retakan itu dapat berdampak buruk pada integritas struktural pesawat dan mengakibatkan hilangnya kendali pesawat jika tidak ditangani,” ungkap FAA.
 
Masalah retakan B737NG terjadi ketika Boeing terus mencoba untuk memperbaiki dan menguji sistem kontrol penerbangan di 737 MAX. Pesawat 737 MAX diberhentikan setelah jatuhnya Lion Air setahun yang lalu dan Ethiopian Airlines pada Maret.
 
Tabrakan terjadi setelah pilot pada di kedua perusahan bergelut dengan sistem otomatis, yang memaksa hidung pesawat menukik dengan keseimbangan yang tidak stabil. Menurut hasil penyelidikan, korban berkisar sebanyak 346 orang tewas dalam dua kecelakaan itu.
 

 
Penulis: Rifqi Akbar
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif