AS Tuduh Rusia dan Suriah Rusak Bukti Serangan Gas
Wilayah Douma di Ghouta timur menjadi salah satu basis kekuatan pasukan pemberontak Suriah (Foto: AFP).
Douma: Amerika Serikat (AS) menuduh Rusia memblokir para inspektur internasional mencapai lokasi serangan gas beracun yang dicurigai di Suriah. Negeri Paman Sam mengatakan Rusia atau Suriah mungkin telah merusak bukti di lapangan.
 
Moskow membantah tuduhan itu dan menyalahkan penundaan tersebut gara-gara serangan rudal yang dipimpin AS di Suriah, Sabtu 14 April. Perdana Menteri Inggris Theresa May dan Presiden Prancis Emmanuel Macron menghadapi kritik dari para seteru politik atas keputusan mereka ambil bagian dalam serangan udara.
 
Suriah dan Rusia membantah melepaskan gas beracun pada 7 April selama serangan mereka terhadap Douma. Serangan berakhir dengan direbutnya kembali kota yang menjadi kubu pemberontak terakhir di dekat ibu kota, Damaskus.
 
Sejumlah organisasi bantuan mengatakan lusinan pria, wanita, dan anak-anak tewas. Rekaman korban usia belia dengan mulut berbusa dan meratap sedih tampak dalam perang saudara Suriah. Kecamuk perang mengakibatkan setengah juta orang tewas dalam tujuh tahun terakhir. Kini medan pertempuran ini gencar disorot dunia lagi.
 
Para inspektur dari Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia (OPCW) melakukan perjalanan ke Suriah pekan lalu untuk memeriksa lokasi. Tapi belum mendapatkan akses ke Douma, yang sekarang berada di bawah kendali pemerintah setelah pemberontak menarik diri.
 
"Menurut pemahaman kami, Rusia mungkin telah mengunjungi lokasi serangan," kata Duta Besar AS Kenneth Ward pada pertemuan OPCW di Den Haag, Senin.
 
"Kami khawatir mereka mungkin telah merusak bukti dengan maksud menggagalkan upaya Misi Pencarian Fakta OPCW guna melakukan penyelidikan yang efektif," katanya, seperti disitir Al Arabiya, Selasa 17 April 2018.
 
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyangkal Moskow sudah merusak bukti apa pun. "Saya dapat menjamin bahwa Rusia tidak merusak situs itu," katanya kepada BBC.
 
Meningkatkan kegelisahan regional, pertahanan anti-pesawat Suriah menembak jatuh rudal yang ditembakkan di pangkalan udara Shayrat di provinsi Homs, pada Senin malam. Sasarannya ke pangkalan lain di timur laut ibukota, Damaskus, televisi negara Suriah dan media Hizbullah pro-Iran mengatakan.
 
Pentagon menyebutkan, tidak ada aktivitas militer AS di daerah itu "saat ini." Seorang juru bicara militer Israel mengatakan: "Kami tidak berkomentar tentang laporan semacam itu". Dewan Keamanan PBB akan diberitahu, Selasa, atas permintaan Rusia, mengenai situasi di kota Raqqa utara Suriah.



(FJR)