Berjenis kelamin betina dengan panjang tubuh 24 meter, paus itu terdampar di pantai Agate di Bolilnas, sekitar 21 kilometer sebelah utara San Francisco.
Para ilmuwan dari Pusat Mamalia Laut di Sausalito dan Akademi Ilmu Pengetahuan California di San Francisco melakukan pembedahan jasad di lokasi pada Sabtu 27 Mei 2017, dan mengambil sampel darah serta jaringan.
Mamalia laut itu memiliki bekas trauma hantaman benda tumpul besar di sisi kiri tubuh.
Sejumlah orang berduyun-duyun pergi ke pantai untuk melihat paus terdampar. Bau busuk menyengat keluar dari tubuh paus.
"Kami jarang memiliki kesempatan memeriksa paus biru karena status mereka yang terancam punah," kata Barbie Halaska, asisten peneliti di Pusat Mamalia, dalam sebuah pernyataan.
"Kesempatan melakukan nekropsi pada bangkai dalam kondisi baik ini akan membantu memberikan kontribusi pada data dasar kami tentang spesies ini," imbuhnya, seperti dinukil dari Huffington Post, Minggu 28 Mei 2017.
Makhluk Terbesar di Bumi
Seluruh sisi kiri ikan paus rusak akibat hantaman kapal, dan 10 tulang rusuk patah serta 10 tulang belakangnya retak dari ujung ke kanan sampai ke bagian tengah tubuh.
Jenis paus biru pernah terlihat 11 tahun lalu di pesisir AS mulai 1999, dan paling sering di lepas pantai Santa Barbara.
Karena sulit ditarik, paus itu akan ditinggalkan di pantai sampai membusuk dan dimakan burung.
Paus biru merupakan makhluk terbesar di Bumi. Jumlahnya diperkirakan 9.000 di seluruh dunia, dan sekitar 2.800 berada di lepas pantai California.
Kapal merupakan ancaman besar bagi paus, terutama selama musim migrasi.
Awal bulan ini, Greater Northallones dan Cordell Bank National Marine Sanctuaries meminta kapal-kapal besar untuk secara sukarela mengurangi kecepatan mereka di jalur pelayaran menuju Jembatan Golden Gate.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News