Pemeriksaan temperatur tubuh dilakukan terhadap penumpang asal Wuhan di sebuah bandara di Roma, Italia. (Foto: Aeroporto Di Roma/AFP via Getty)
Pemeriksaan temperatur tubuh dilakukan terhadap penumpang asal Wuhan di sebuah bandara di Roma, Italia. (Foto: Aeroporto Di Roma/AFP via Getty)

AS, Prancis dan Rusia Berusaha Evakuasi Warga dari Wuhan

Internasional virus korona tiongkok
Arpan Rahman • 26 Januari 2020 11:37
Washington: Amerika Serikat, Prancis dan Rusia berusaha mengevakuasi warga mereka dari Wuhan, kota di Tiongkok yang menjadi episenter penyebaran virus korona tipe terbaru. Sejauh ini, Novel Coronavirus (nCoV) telah menewaskan 56 orang, dengan total kasus di Tiongkok mendekati 2.000.
 
Menurut laporan The Wall Street Journal, AS sedang menyiapkan sebuah pesawat sewaan untuk memulangkan warga serta diplomat mereka dari Wuhan hari ini, Minggu 26 Januari 2020. Sementara Prancis berencana mengeluarkan warga mereka dari Wuhan dengan menggunakan moda transportasi bus menuju Changsha.
 
Rusia juga berkoordinasi dengan Tiongkok untuk rencana pemulangan sejumlah warga Negeri Beruang Merah dari Wuhan dan provinsi Hubei. Menurut laporan Maya Lomidze dari Asosiasi Operator Tur Rusia, terdapat sekitar 7.000 warga Rusia yang merupakan berada di Tiongkok dalam sejumlah rombongan tur.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejauh ini Washington telah mengonfirmasi adanya dua kasus virus korona nCoV di AS. Menurut keterangan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), sedikitnya 50 orang sedang berada dalam pengawasan terkait korona di 22 negara bagian.
 
Sementara Prancis telah mengonfirmasi tiga kasus virus korona nCoV. Paris mengklaim ketiga pasien virus korona itu yang pertama di benua Eropa.
 
Sebelumnya, Presiden Tiongkok Xi Jinping mengatakan penyebaran virus korona di seantero Negeri Tirai Bambu terus meningkat. Pernyataan disampaikan Xi dalam sebuah pertemuan khusus pemerintah di tengah momen perayaan Tahun Baru Imlek.
 
"Negara kita sedang menghadapi situasi serius," kata Xi kepada sejumlah pejabat senior.
 
Wuhan dan sejumlah kota lainnya di Tiongkok telah ditutup total. Penutupan dilakukan untuk mencegah penyebaran lebih lanjut di tengah bermunculannya kasus virus korona di banyak negara.
 
Selain menutup akses ke Wuhan dan beberapa kota lain, otoritas Tiongkok tengah menggenjot upaya pembangunan dua rumah sakit darurat di Wuhan. Satu rumah sakit darurat ini diproyeksikan memiliki kapasitas 1.000 tempat tidur, dan yang kedua 1.300.
 
Komite Kesehatan Nasional Tiongkok mengaku telah mengerahkan 1.230 dokter ke Wuhan, kota yang merupakan episenter penyebaran virus korona nCoV. Virus yang muncul sejak Desember tahun lalu ini diyakini berasal dari sebuah pasar yang menjual beragam hewan di Wuhan.
 
Varian baru virus korona ini menimbulkan gejala mirip penyakit Sindrom Pernapasan Akut Berat atau SARS. Gejala umum yang ditimbulkan meliputi demam, batuk dan sesak napas.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif