Laporan yang dikeluarkan oleh Komite Intelijen Senat AS, menunjukkan 13 teknik interogasi brutal yang dilakukan terhadap tersangka terorisme.
Associated Press, Rabu (10/12/2014) pun memaparkan 13 teknik interogasi brutal tersebut, tujuh di antaranya sudah dipaparkan sebelumnya oleh Metrotvnews.com. Berikut lanjutannya:
8. Posisi stress
Psikolog yang mengajukan teknik interogasi brutal ini menerapkan teknik stimulasi yang bisa membuat ketidaknyamanan dalam otot. Dua posisi tersebut diterapkan pada tahanan tersangka Al Qaeda Abu Zubaydah. Posisinya antara lain duduk di lantai dengan kaki diluruskan di depan dan kedua tangan berada di belakang kepala. Posisi kedua adalah berlutut di lantai dengan membentuk 45 derajat.
9. Dipaksa untuk tidak tidur
Tahanan dipaksa untuk tetap terjaga selama 180 jam bahkan dipadukan dengan posisi stress. Kadang-kadang tangan dari tahanan diikat di atas kepala mereka. Setidaknya lima tahanan mengalami halusinasi selama teknik ini dilakukan dan dua di antara tahanan tersebut masih menjalani proses ini. Salah seorang tahanan, Arsala Khan, mengalami halusinasi setelah 56 jam berada dalam posisi ini.
10. Berdiri menghadap tembok
Seorang tahanan dipaksa berdiri menghadap tembok sekira 1,2 meter. Petugas interogasi pun memaksa tahanan menyentuh tembok dengan jarinya untuk yang tidak ditentukan.
11. Walling atau menghantam tahanan ke tembok
Interogator menghantam tahanan ke tembok. Abu Zubaydah turut menjalani penyiksaan ini. Pada 22 Maret 2003, petinggi Al Qaeda Khalid Sheikh Mohammed juga menjalani teknik walling ini. Ketika tidak berhasil mendapatkan informasi, interogator melakukan waterboard kepadanya dan Khalid menyatakan siap untuk berbicara.
12. Waterboarding atau simulasi tenggelam
Ini adalah teknik penyiksaan yang dikenal luas. Tahanan diikat di sebuah papan atau kursi dan air disiram ke wajah tahanan seperti halnya tengah tenggelam. Menurut laporan Senat, teknik ini menyebabkan tahanan kejang dan muntah. Selain itu tubuh tahanan langsung dipenuhi oleh air dan kaki, dada serta lengan tahanan menderita kejang.
Abu Zubaydah yang menjalani teknik ini dikabarkan tidak sadarkan diri dan busa keluar dari mulutnya. Zubaydah juga dikabarkan histeris setelah menjalani teknik penyiksaan ini.
13. Tenggelam dalam air atau water dousing
Tahanan yang menjadi target interogasi dibiarkan dalam kondisi telanjang di sebuah terpal. Kemudian terpal itu ditarik menyelimuti mereka seperti halnya bak mandi. Air dingin kemudian disiramkan ke tubuh mereka. Dalam beberapa kasus, tahanan disemprot dengan air berulang kali dalam kondisi bugil dan diborgol serta berdiri dalam posisi tidak diperbolehkan tidur. (Tamat)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News