Dilansir CNN, Minggu 17 Juni 2018, 11 korban dinyatakan tewas karena sesak napas akibat gas air mata yang disemprotkan untuk membubarkan kericuhan.
Terlibatnya anak-anak di kelab malam ini juga langsung dijelaskan oleh Menteri Dalam Negeri dan Kehakiman Venezuela Nestor Reverol.
"500 siswa ada di kelab itu untuk merayakan pesta pra-kelulusan," kata Reverol.
Menurut media lokal, perkelahian pecah pada Sabtu dini hari waktu setempat. Seketika seseorang langsung melepaskan semprotan tabung gas air mata yang menyebabkan kepanikan seisi kelab.
Para pejabat dan aparat kepolisian kini sedang menyelidiki insiden tersebut dan memerintahkan agar kelab ditutup sementara.
Mereka juga menahan sang pemilik kelab malam atas dugaan kegagalan memastikan keamanan pengunjung seperti yang ada di hukum negara itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News