Menteri Luar Negeri RI di PBB. (Foto: Dok. Kemenlu).
Menteri Luar Negeri RI di PBB. (Foto: Dok. Kemenlu).

RI Dorong Dunia Lakukan Aksi Nyata Perangi Terorisme

Internasional Penembakan Selandia Baru
Marcheilla Ariesta • 03 April 2019 13:31
New York: Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyerukan agar dunia melakukan aksi nyata dalam memerangi terorisme. Terlebih lagi terorisme yang disebabkan kebencian pada agama tertentu.
 
"Semua pemimpin dunia harus terus meningkatkan kerja sama, meningkatkan dialog, memperkuat toleransi dan perdamaian," kata Menlu Retno di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Rabu 3 April 2019.
 
Dari keterangan Perwakilan Tetap RI untuk PBB di New York (PTRI New York), pernyataan Menlu Retno berdasarkan serangan teror yang terjadi di Christchurch, Selandia Baru, pertengahan Maret lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pertemuan di Majelis Umum PBB ini khusus diselenggarakan untuk mengesahkan resolusi PBB mengenai pemberantasan terorisme dan kekerasan lainnya yang berdasarkan pada agama atau kepercayaan. Indonesia menjadi salah satu penggagas utama pertemuan tersebut.
 
Resolusi ini memiliki arti penting dalam mendorong upaya global mencegah terjadinya kembali tindakan terorisme berdasarkan kebencian agama.
 
Menlu Retno menggarisbawahi tiga hal utama implementasi efektif resolusi tersebut. Pertama, pentingnya memahami bahwa tidak ada satu pun negara di dunia yang kebal dari ancaman serangan teroris.
 
Baca juga:RI Dukung Penggunaan Nuklir untuk Tujuan Damai
 
"Menlu menyampaikan juga pentingnya kepemimpinan politik seluruh negara di dunia dalam memperkokoh toleransi antarumat beragama," imbuh pernyataan tersebut.
 
Apresiasi untuk pemerintah dan masyarakat Selandia Baru dalam menghadapi serangan teror mematikan itu juga mendapat apresiasi dari Indonesia. Menurut Menlu Retno, Negeri Kiwi menunjukkan solidaritas dan langkah nyata dalam merespons serangan di dua masjid tersebut.
 
Terakhir, Menlu menekankan pentingnya kerja sama konkrit seluruh negara di dunia untuk mencegah teror. Berbagai langkah dapat dilakukan, termasuk inisiatif dialog antaruamt beragama dan peradaban.
 
"PBB perlu upaya lebih kuat dalam menghadapi metode terorisme baru seperti oleh 'lone wolves' yang memiliki kebencian terhadap agama lain," tegasnya.
 
Resolusi Majelis Umum PBB disahkan secara konsensus di Markas Besar PBB, dan disponsori oleh 32 negara dari berbagai belahan dunia, termasuk Aljazair, Azerbaizan, Bahrain, Iran, Jordan, Kazakhstan, Kuwait, Kyrgizstan, Lebanon, Malaysia, Mali, Mesir, Paksitan, Paraguay, Qatar, Somalia, Suriname, dan Venezuela.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif