Dataran Tinggi Golan. (Foto: AFP)
Dataran Tinggi Golan. (Foto: AFP)

Suriah Minta DK PBB Gelar Rapat Soal Golan

Internasional amerika serikat pbb suriah
Sonya Michaella • 27 Maret 2019 07:59
Damaskus: Suriah meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) segera menggelar rapat darurat terkait Dataran Tinggi Golan. Pasalnya, baru saja Amerika Serikat (AS) mengakui Golan sebagai wilayah dari Israel.
 
Perwakilan Suriah di PBB mengirim surat kepada presiden DK, yaitu Prancis, agar segera menggelar rapat darurat. Dalam surat tersebut, ditulis bahwa Suriah menganggap apa yang dilakukan AS merupakan pelanggaran Resolusi DK PBB.
 
Dilansir dari AFP, Rabu 27 Maret 2019, diketahui Prancis tidak segera menjadwalkan pertemuan tersebut melainkan akan ada diskusi terlebih dahulu tentang permintaan Suriah itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam surat yang terpisah, Suriah juga mendesak DK PBB menegakkan resolusi yang berisi tuntutan agar Israel segera keluar dari Golan.
 
Baca:Presiden Palestina Kecam AS Akui Golan Milik Israel
 
Hingga saat ini, lima negara Eropa yang ada di DK PBB menolak keputusan Presiden AS Donald Trump mengakui Golan sebagai wilayah Israel. Tindakan ini dikhawatirkan akan memperburuk kondisi konflik Timur Tengah.
 
Lima negara tersebut adalah Inggris, Prancis, Belgia, Jerman dan Polandia. Ditegaskan pula, posisi mereka tidak akan berubah dan Golan tetap menjadi wilayah Suriah yang diduduki Israel, sejalan dengan hukum internasional yang terdapat dalam resolusi PBB.
 
Keputusan AS ini juga mendapat kecaman dari negara-negara lainnya seperti Suriah, Turki, Indonesia bahkan Rusia. Dataran Tinggi Golan dianeksasi Israel dari wilayah Suriah pada 1967.
 
Berdasarkan sejarah, Israel berhasil merebut wilayah Golan dari Suriah dalam Perang Enam Hari pada 1967. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut ada nenek moyang bangsa Yahudi di Golan.
 
Baca:Indonesia Tegaskan Dataran Tinggi Golan Bagian dari Suriah
 
Wilayah ini terletak sekitar 60 km barat daya ibu kota Suriah, Damaskus, dan mencakup sekitar 1.200 km persegi. Para pemukim tinggal bersama sekitar 20.000 warga Suriah, kebanyakan dari mereka adalah orang Arab Druze, yang tidak melarikan diri ketika Golan dikuasai Israel.
 
Sementara itu, aneksasi Israel atas Golan tak pernah diakui oleh komunitas internasional. Bahkan ketika Israel mengumumkannya secara resmi pada 1981.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif