Polisi Panama menyelidiki ritual keagamaan sekte sesat. (Foto: AFP).
Polisi Panama menyelidiki ritual keagamaan sekte sesat. (Foto: AFP).

Ritual Keagamaan Sesat di Panama Tewaskan Tujuh Orang

Internasional panama city
Marcheilla Ariesta • 17 Januari 2020 10:51
Panama City: Sebanyak tujuh orang tewas dalam ritual keagamaan aneh yang dilakukan terhadap komunitas hutan di Panama. Para penduduk pribumi adat Bugle Ngabe ditangkap sekitar 10 orang dan disiksa.
 
"Mereka dipukuli, dibakar, disundut untuk membuat mereka 'bertobat' dari dosa-dosa," kata pihak berwenang, dilansir dari Korea Times, Jumat 17 Januari 2020.
 
Polisi membebaskan 14 anggota kelompok adat Ngabe Bugle yang diikat dan dipukul dengan tongkat kayu dan kitab suci.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jaksa penuntut, Rafael Baloyes mengatakan para penyelidik menemukan pemandangan mengerikan ketika mereka berjalan ke hutan tempat tinggal komunitas adat Ngabe Bugle.
 
Polisi diperingatkan tiga anggota komunitas untuk bersiap melihat sesuatu yang mengerikan. Ketika polisi tiba di sana, mereka menemukan 'gereja' di sebuah peternakan milik sekte agama 'Cahaya Baru Tuhan'yang sedang beroperasi.
 
"Mereka melakukan ritual dalam bangunan itu. Di ritual itu, ada orang yang ditahan dan dianiaya," kata Baloyes.
 
"Semua ritual ini ditujukan untuk membunuh mereka jika tidak bertobat dari dosa," imbuhnya.
 
Baloyes menambahkan, di dalam gedung ada seorang perempuan tak berbusana yang di sampingnya ditemukan seekor kambing untuk dikorbankan dalam ritual. 'Ritual ini berlangsung sejak Sabtu lalu dan mengakibatkan kematian," ungkap Bayoles.
 
Sekitar dua kilometer dari bangunan gereja itu, pihak berwenang menemukan kuburan baru digali. Setelah dibongkar, kuburan itu berisi jenazah lima bocah, ibu hamil dan seorang remaja 17 tahun.
 
"Mereka mencari keluarga ini untuk mengadakan ritual dan membantai mereka. Hampir seluruh keluarga dianiaya dan dibunuh," kata Bayoles.
 
Yang mengejutkan adalah, salah satu tersangka pembunuhan adalah kakek dari anak-anak yang dibunuh itu. Diduga tersangka berasal dari komunitas adat yang sama.
 
Pemimpin Ngabe Bugle, menyebut sekte sesat itu bertentangan dengan kepercayaan Kristen di kawasan. Dia menuntut penghapusan sekte tersebut.
 
Ngabe Bugle adalah komunitas pribumi asli terbesar di Panama. Anggota komunitas ini mayoritas miskin dan buta huruf.
 
Karena komunitas tersebut berada di daerah terpencil, para korban ritual yang terluka harus diangkut dengan helikopter untuk mendapat perawatan di rumah sakit. Dua wanita hamil dan anak-anak termasuk dalam korban yang dirawat.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif